Ekonomi

Potensi Perikanan Terbuka Asal Dikelola dengan Baik

FaseBerita.ID – Potensi dari sektor perikanan di Kabupaten Tapsel, untuk mendukung Tapsel yang sehat, cerdas dan sejahtera, sangat terbuka. Asalkan, dikelola dengan baik. Apalagi di daerah ini, terdapat Unit Pengelola Teknis (UPT) Balai Benih Ikan (BBI), yang  sebenarnya berpotensi bisa dikembangkan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Dearah (PAD).

Namun keyataannya, belum berkembang dengan baik selama ini. Hal ini, tentu diakibatkan kondisi alam dan sumber daya manusia yang terbatas.

Kadis Perikanan Daerah Tapsel Lely Anita Lubis melalui Kabid Produksi Haryono bersama Penanggungjawab UPT BBI Batu Nadua Mansyardin pada wartawan menyebut, harus dikaui bahwa sebagian BBI yang ada belum maksimal. Hal itu disebabkan faktor alam. Dan memang, diantara BBI tersebut, telah berjalan dengan baik seperti, BBI Batu Nadua dan BBI Sibulele.

“Sementara di BBI lainnya belum optimal karena  faktor sumber air. Seperti kurangnya debit dan tingginya zat kapur serta terjadinya pencemaran pada air. Ini tentu menjadi salah satu pengalang perkembangan BBI lainnya itu,” terang Mansyardin.

Tentunya, faktor tersebut sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan bibit-bibit ikan seperti  ikan nila, ikan mas dan ikan lelel. Selain itu sumber daya manusianya yang cukup dibutuhkan.

“Bahkan, tenaga penyuluh perikanan yang ada sekarang enam orang (empat honor pusat dan dua status PNS),” sebutnya.

Disampaikan, saat ini PAD yang di sumbangkan dari sektor perikanan di Tapsel,  baru dikisaran Rp65 juta di tahun 2019. Padahal, kalau dikelola baik mungkin PAD-nya bisa lebih dari angka tersebut. Sebab, dari tujuh lokasi BBI yang ada di Tapsel, ternyata hanya dua yang telah aktif mendorng PAD.

“Selebihnya, BBI Holbung di Kecamatan Angkola Muaratais, BBI Aek Sijornih (Sayur Matinggi), BBI Aek Sabaon (Marancar), BBI Arse (Arse), BBI Purba Tua (Sipirok) masih PAD,” pungkasnya. (ran)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close