HUT RI
Ekonomi

Petani Minta Pemerintah Dorong Harga Sawit

PALUTA, FaseBerita.ID – Harga tandan buah sawit (TBS) dari masyarakat Rp1.130 per kilogram. Rowi Siregar seorang pemilik RAM di wilayah Gunungtua mengatakan memang ia tidak mengikuti perkembangan terkait adanya penolakan ekspor produk minyak sawit oleh Uni Eropa.

Ia menurunkan harga karena mengikuti harga dari pabrik yang juga menurunkan harga TBS. “Saat ini harga TBS di pabrik sekitaran Rp1.250 dari sebelumnya Rp1.270,” terangnya.

Sementara, Arif Siregar salah seorang petani karet dimintai tanggapannya terkait penolakan produk minyak sawit oleh Uni Eropa dan turunnya harga TBS sekitar 20 rupiah dari minggu sebelumnya, ia mengaku sangat mengeluh.

“Kami sebagai petani sawit sangat kecewa dengan penolakan produk minyak sawit oleh Uni Eropa yang mengakibatkan berimbasnya ke harga komoditi sawit daerah,” ungkapnya.

Baca: Produksi Padi Asahan Surplus, 17.251 Ton

Arif sangat meminta ketegasan pemerintah terkait hal ini untuk menjngkatkan ekonomi masyarakat khususnya petani sawit. “Kami sangat berharap adanya ketegasan dari pemerintah serta mencari solusi supaya harga sawit tidak turun dan tetap di harga Rp1.000 lebih dan jangan di bawahnya, ” katanya.

Ketika disinggung, apabila tidak ada lagi solusi dari pemerintah pusat terkait dengan penolakan ekspor minyak sawit ini, pihaknya mengaku petani kecil seperti mereka akan menjerit dan tidak bisa menutupi kebutuhan hidup bahkan berimbas ke anak putus sekolah.

Terpisah, salah satu penggiat sosial Aman Sudirman Harahap berharap dan meminta dengan tegas kepada pemerintah supaya segera mencari solusi atau langkah agar harga sawit di indonesia khususnya di daerah tetap stabil dan berpihak kepada masyarakat petani kelapa sawit. (ais)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button