Ekonomi

Pedagang Masker di Rantauprapat Keluhkan Penjualan Berkurang

FaseBerita.ID – Pedagang masker di pinggir jalan di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu mengeluhkan sepinya pembeli. Sehingga barang dagangannya akhir-akhir ini menumpuk.

Salahseorang pedagang masker di Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Rantau Selatan, Nur (50) kepada wartawan mengatakan penjualan masker akhir-akhir ini merosot tajam.

“Wih… hajablah belakangan ini. Jumlah pembeli jauh berbeda dengan sebelumnya. Kalau waktu awal-awal Covid-19 di Labuhanbatu, lumayanlah penjualan saya,” ujarnya, Selasa (29/12) siang.

Perempuan yang tinggal di Jalan KH Dewantara Rantauprapat itu menduga, sepinya pembeli masker karena warga sudah kurang ketakutannya terhadap Covid-19.

“Saya rasa orang tidak begitu takut dan peduli lagi terhadap Covid-19. Atau bisa jadi, ada sekelompok orang yang sangat peduli dengan penyebaran Covid-19 sehingga membagikan masker secara gratis kepada masyarakat,” terangnya.

Nur juga mengaku, kini penjualan per hari di bawah 20 masker. Dengan harga per masker rerata Rp5 ribu.

Sedangkan sebelumnya, penjualan bisa mencapai 80 masker per harinya.

“Lepas untuk membeli beras saja saat ini sudah bersyukur. Namun, ada kalanya ramai pembeli, itu pun di saat hari-hari besar,” tandasnya.

Pantauan wartawan, dari sejumlah pedagang di Kota Rantauprapat, harga masker berkisar antara Rp5 ribu-Rp7.500 untuk masker kain. Sedangkan masker scuba Rp7.500-Rp10 ribu (ukuran anak dan dewasa).

Sementara, pemilik toko grosir Alda Topi di Jalan Jenderal Sudirman Rantauprapat, juga mengaku omzet penjualan masker semakin menurun.

“Kami juga merasakan turunnya penjualan masker belakangan ini. Biasanya dalam sebulan bisa laku 200 lusin, kini hanya seperempatnya,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu Kamal Ilham baru-baru mengakui kurang pedulinya masyarakat dengan penyebaran Covid-19.

Pasalnya, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 semakin meningkat. Laporan terakhir per 16 November 2020 berjumlah 300 orang. Jumlah tersebut meningkat dari bulan sebelumnya sebanyak 10 orang.

“Banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan. Tidak menggunakan masker. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” tegas Kamal. (bud/fabe)

iklan usi