Ekonomi

Pasar Parlilitan Sepi Pembeli, Pedagang Ngeluh

FaseBerita.ID – Pasar tradisional Parlilitan, Humbang Hasundutan (Humbahas), sepi. Ini diduga ditengarai kewaspadaan warga akan virus corona yang semakin merebak. Sehingga, warga  memilih untuk belanja seperlunya atau berdiam diri di rumah.

Amatan wartawan, selasa (31/3), meski tidak ada kebijakan Pemkab menutup pasar terkait pencegahan penyebaran Covid 19  tersebut, pasar terlihat sangat sepi, tidak seperti biasanya. Pedagang yang mengisi lapaknya hanya sekitar 30 persen. Sama halnya dengan pembeli, yang tadinya berdesa-desakan, namun kini sangat sedikit.

“Pembeli sangat sedikit. Kalau pun ada, rata-rata mereka hanya membeli kebutuhan pokok saja,” ujar D Hasugian, salah satu pedagang pakaian. Menurutnya, penjualannya hari itu hanya Rp300 ribu dari rata-rata biasanya berkisar Rp3 hingga Rp5 juta setiap pekannya. “Jika seperti ini terus, kita bisa bangkrut,” keluhnya Hasugian saat ditemui wartawan di lapaknya, Selasa (31/3).

Hasugian berharap wabah corona dapat cepat berlalu agar semua warga dapat beraktivitas seperti sedia kala.

“Kita berdoa, mudah-mudahan wabah corona dapat segera berlalu. Sehingga warga dapat beraktivitas seperti sedia kala,” harapnya sembari mengemas barang dagangannya.

Keluhan yang sama disampaikan Munte, pedagang sayuran dan bumbu dapur. Dia mengaku  terpaksa menutup lapaknya pada pukul 14.30 WIB, karena tidak ada lagi pembeli. Menurut Munte, penjualannya menurun drastis dari biasanya. “Pembeli turun tujuh puluh persen,” ujarnya.

Munte memaklumi dan pasrah akan kondisi tersebut. Dia memahami bahwa situasi ini dikarenakan wabah corona, dan berharap situasi kembali normal.

“Kita bisa memakluminya Lae. Ini karena korona, semua jadi was-was dan takut keluar. Apalagi ke onan (pasar, red) yang biasanya ramai. Sedangkan sama kawan kita pun, kita was-was. Semogalah semua kembali seperti semula,” kata lirih. (sht/ahu)

USI