Ekonomi

Pabrik Tapioka Segera Buka di Madina

MADINA, FaseBerita.ID – Tiga orang pengusaha asal Medan berencana akan menanamkan investasi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Rencananya, mereka akan membuka pabrik tapioka yang bertujuan untuk membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Madina.

Tiga orang pengusaha tersebut adalah Suriyanto, Wenan, dan Hengky Suongso. Mereka bertiga diundang Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution untuk meninjau persiapan lahan perkebunan ubi kayu atau ubi singkong, Jumat (1/10/2019) lalu.

Usai ekspos di hadapan Bupati dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di rumah dinas Bupati di Desa Parbangunan Panyabungan.

Pengusaha tersebut kepada wartawan menjelaskan, pihaknya berencana membuka pabrik pengolahan tepung Tapioka di Kabupaten Madina.

Suriyanto menjelaskan, sebelum membuka pabrik tapioka, pihaknya ingin memastikan ketersediaan lahan perkebunan ubi kayu agar stok bahan pengolahan pabrik nanti tersedia.

“Kalau pabrik sudah beroperasi, bahan baku yang harus tersedia adalah 400 ton. Bahan baku itu nanti akan menghasilkan tapioka sekitar 100 ton dalam 24 jam beroperasi,” kata Suriyanto.

Ia menyebutkan, dalam satu hektar, kebun ubi bisa produksi 20 ton. Sehingga untuk memenuhi bahan baku masuk ke pabrik adalah sekitar 17 hektare.

“Ini sebenarnya tergantung ketersediaan lahan kita, kalau lahan untuk perkebunan dan lahan untuk lokasi pabrik kita ready, kita tinggal jalankan project ini,” kata Suriyanto pemilik beberapa pabrik yang tersebar di sejumlah tempat di pulau Sumatera itu.

Ia menerangkan, lahan yang strategis untuk tanaman ini berada di dekat sungai, karena ubi kayu atau ubi singkong ini memerlukan asupan air yang tinggi.

Rekannya Hengky Suongso menambahkan, bila project ini berjalan, pihaknya juga berencana akan membukan peternakan sapi di Kabupaten Madina. Karena, limbah pabrik tapioka nanti bisa juga diolah untuk pembuatan pakan sapi.

Sementara, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution didampingi Kepala dinas pertanian Taufik Zulhandra Ritonga menyebut, lahan yang tersedia untuk perencanaan perkebunan ubi dan pembukaan pabrik ini seluas 8.460 hektar.

“Saat ini dari data yang ada, kita bisa menyediakan lahan seluas 8.460 Hektar. Dan, luasan lahan ini nanti akan bertambah bila masyarakat juga ikut menanam,” ujarnya.

“Tentu kita berharap dukungan dari semua lapisan masyarakat, program ini tujuannya untuk membantu perekonomian masyarakat. Kita lihat sendiri, hasil bumi masyarakat kita penghasilannya tidak sesuai dengan pengeluaran, harga dan pasarnya juga kurang bersaing. Tentu bila nanti pabrik tapioka ini berjalan, lahan-lahan mati milik masyarakat bisa dialihkan ke kebun ubi,” tambah Dahlan.

Bupati menyebut, Pemkab Madina akan menguatkan dan mempermudah perizinan kepada semua pengusaha yang ingin menanamkan investasi di Kabupaten Madina. Apalagi investasinya di bidang hasil bumi masyarakat. (wan)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close