Ekonomi

Pabrik Karet Tutup, Pemkab Madina Diharap Segera Ambil Kebijakan

FaseBerita.ID – Sekitar dua Minggu belakangan ini pabrik karet di wilayah Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat tutup dikarenakan penyebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Pabrik yang tutup rata-rata adalah yang meng-ekspor ke negara Cina, sementara pabrik yang meng-ekspor ke Eropa dan negara lainnya sampai saat ini masih buka.

“Bila wabah Covid-19 ini terus berkembang, kita khawatir kehidupan masyarakat khususnya petani karet makin terancam. Dan paling ditakutkan adalah apabila keseluruhan aktivitas semua pabrik ditutup dikarenakan adanya Peraturan Pemerintah seperti yang terjadi di beberapa kota di negara lain, kalau ini terjadi kita harus bagaimana,” kata Bahran Daulay, salah satu agen getah karet di PT SRI dan PT SGA Simalungun, Rabu (8/4) di Panyabungan.

“Apakah Pemerintah sudah siap menghadapi hal terburuk ini dan bagaimana nasib para petani karet di Madina. Karena ini persoalan kelangsungan hidup dan juga siklus utama ekonomi di Madina. Sementara untuk hasil perkebunan karet di Madina saat ini mencapai 300 ton per minggu atau sekitar Rp 1,8 miliar perminggu,” ujarnya.

Ia meyakini situasi ini amat sulit bagi masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Begitu juga pengusaha akan kesulitan apabila harus membeli dan menyimpan (stok) getah karet dari petani selama beberapa Minggu bahkan beberapa bulan ke depan akibat tutupnya pabrik, yang tentunya dana yang harus disiapkan pengusaha amat besar.

“Seharusnya Pemkab Madina sudah mempersiapkan diri mengantisipasi ini mengingat mayoritas masyarakat Madina sumber penghasilannya dari karet. Belum lagi soal harga karet yang jatuh di pasaran, saat ini hanya kisaran Rp 4 ribu hingga Rp 6 ribu perkilogram. Harga ini dipengaruhi harga karet di pasar dunia yang berdampak pada menurunnya permintaan pasar, dan beberapa negara juga menyetop pembelian karet dari Indonesia,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Dedy Aswady, Supplier PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate Dolok Marangir Pematang Siantar. Dedy menyebut saat ini Bridgestone masih tetap buka, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada penutupan juga.

“Apabila Bridgestone dan pabrik lain semuanya tutup, masyarakat rugi besar, dan dipastikan akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sementara pemasukan pendapatan daerah dari sektor karet untuk daerah ini lumayan besar.

“Karena itu, Pemerintah sudah saatnya memikirkan hal ini dan kiranya Pemerintah Kabupaten Madina secepatnya mengambil langkah-langkah menyiasati situasi terburuk yang akan dialami petani dan pengusaha karet, dengan mengajak semua stake holder terutama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) beserta pemangku kepentingan duduk bersama mencari solusi. Kadin Madina harus tampil menyikapi situasi ini,” kata Dedy. (wan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button