Ekonomi

Menaker Beberkan 9 Strategi Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

FaseBerita.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, berdasarkan penelitian McKinsey, diperkirakan sebanyak 23 juta pekerjaan akan hilang. Kendati demikian, diperkirakan juga akan ada 27 juta hingga 46 juta pekerjaan baru yang akan tumbuh. Untuk mengantisipasi tumbuhnya pekerjaan dan kompetensi baru tersebut, lanjut Ida, dibutuhkan program peningkatan kompetensi dan sertifikasi yang mumpuni.

“Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan melaksanakan sembilan lompatan besar sebagai upaya untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan,” kata Ida dalam tayangan virtual penandatanganan MoU BBPLK Semarang dengan Perusahaan dan Dunia Usaha, Selasa (26/1).

Adapun kesembilan lompatan yang dimaksud yakni reformasi birokrasi, ekosistem digital siap kerja, transformasi BLK, link and match ketenagakerjaan, transformasi kewirausahaan, pengembangan talenta muda, perluasan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), visi baru hubungan industrial, serta reformasi pengawasan. Dari sembilan lompatan itu, kata Ida, ada beberapa langkah yang telah terimplementasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kemenaker, yaitu transformasi BLK serta link and match ketenagakerjaan.

Ia menambahkan, sampai saat ini, Balai Latihan Kerja juga sudah melaksanakan transformasi melalui program 3R, yaitu Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding. BLK, kata Ida, awalnya hanya melaksanakan pelatihan dengan program yang dasar, kini mulai berkembang.

Didukung dengan instruktur yang kompeten di bidangnya serta sarana prasarana yang sesuai dengan perkembangan teknologi. “BBPLK Semarang contohnya, semula program pelatihan yang dilaksanakan hanyalah operator garmen atau menjahit dasar. Saat ini sudah dilaksanakan program pelatihan desainer busana sehingga masyarakat bukan lagi menjadi seorang pekerja, tetapi dapat pula menjadi seorang entrepreneur muda dengan kompetensi yang dimiliki,” tutur menteri dan politisi PKB itu. (int/fabe)

USI