Ekonomi

KTH Binaan TPL di Humbahas Panen Perdana Cabai

FaseBerita.ID – Kelompok Tani Hutan (KTH) Marsada bersama perwakilan manajemen PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk menggelar panen perdana cabai di Desa Simataniari, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Senin (20/7) lalu. KTH Marsada merupakan mitra atau binaan PT TPL dalam budidaya (bercocok tanam) cabai.

Kegiatan tadi diikuti sejumlah anggota KTH Marsada dan dihadiri Humas TPL sektor Tele Pius Butarbutar, Askep Intercrop Benrico Purba serta CD Officer sektor tele Yessy Panggabean.

Panen cabai merah dilaksanakan di lahan milik Hendri Lumban Gaol, salah seorang anggota KTH Marsada, setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan yang sama untuk komoditi cabai rawit di lahan Sarimudin Simbolon di Saba Huta Godang, Pargamanan, Desa Simataniari.

Humas TPL sektor Tele Pius Butarbutar mengatakan, budidaya tanaman cabai ini merupakan bagian dari pola kemitraan TPL dengan KTH Marsada. Pihaknya berharap melalui kemitraan tadi, dapat menambah income masyarakat, khususnya anggota KTH Marsada yang selama ini hanya menggantungkan ekonomi keluarga dari hasil kemenyan yang saat ini semakin berkurang.

“Perusahaan, dalam hal ini Toba Pulp Lestari berharap, hal ini dapat membantu masyarakat untuk memberikan inkam tambahan di luar dari kemenyaan yang selama ini sudah mereka usahai,” kata Pius.

Pius menambahkan bahwa harapan tersebut sudah mulai menunjukkan dampak yang positif, meski belum signifikan dengan adanya income lain yang didapatkan oleh warga dapat menambah masukan untuk kebutuhan ekonomi keluarga.

“Dengan program ini harapan itu sudah mulai nampak. Jadi, dengan adanya hasil budidaya cabai yang didapat oleh warga KTH Marsada, mereka tidak lagi murni hanya bergantung pada hasil kemenyan,” imbuhnya.

Ketua KTH Marsada Maruba Simbolon mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada TPL atas perhatian dan segala bantuan yang mereka dapatkan meski belum sepenuhnya berhasil sesuai dengan harapan. Menurut dia, kemungkinan penyebab terbesarnya adalah anomali cuaca serta masih minimnya pengetahuan terkait budidaya cabai.

“Dari duapuluh anggota, mungkin hanya setengahnya yang berhasil. Akan tetapi, kami sangat mengapresiasi perusahaan (TPL, red). Karna sudah berbaik hati membantu kami dalam pengadaan segala sesuatu yang kami butuhkan untuk bertanam cabai,” kata Maruba.

Maruba juga sangat berterimakasih karena pihak TPL, bersedia kembali memberikan bantuan bibit cabai bagi petani yang belum berhasil. “Sekali lagi kami sampaikan terimakasih kepada perusahaan karena bersedia memberikan bantuan bibit kepada yang belum berhasil. Selain itu, mereka juga berjanji akan tetap melakukan pendampingan melalui tenaga profesional dari Perusahaan, yakni Pak Purba,” ujarnya. (sht)





Back to top button