Ekonomi

Koperasi Diharapkan Mampu Ciptakan Terobosan Baru: ‘Guna Peningkatan Ekonomi Masyarakat’

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Pelaku koperasi yang baru terbentuk di Humbang Hasundutan (Humbahas) diberi pembekalan penguatan, melalui bimbingan teknis fasilitasi pembentukan koperasi baru.

Kegiatan itu bertujuan untuk menciptakan iklim koperasi yang sehat dan produktif melalui tangan-tangan piawai pengurus koperasi di daerah tersebut. Kegiatan digelar di aula Hutamas kompleks perkantoran Tano Tubu, Dolok Sanggul, Rabu (20/11/2019).

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Agus Panuturi Marbun mengatakan, koperasi merupakan salahsatu lembaga ekonomi yang dapat menggerakkan demokrasi ekonomi.

Koperasi lebih mengutamakan kepentingan bersama, sehingga kesejahteraan anggota akan semakin meningkat.

“Sebagai penyeimbang kekuatan ekonomi, koperasi berperan dalam mendorong munculnya ekonomi biaya rendah dengan memacu efisiensi yang bersifat teknis, alokatif dan sosial. Pembinaan dan pelatihan secara profesional dalam rangka mendorong pengalihan teknologi serta manajerial secara intensif kepada pelaku koperasi.

Melalui pembinaan dan pelatihan, diharapkan koperasi akan semakin cerdas yang pada gilirannya berdampak kepada peningkatan kualitas. “Peningkatan kualitas inilah yang menjadi kata kunci dan prioritas, dalam program pemberdayaan koperasi,” ujar Agus Panuturi.

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Kopedagin) Humbahas Radna F Marbun, didampingi Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Nurliza E Pasaribu menjelaskan, peserta penguatan pelaku koperasi terdiri dari 4 kelompok. “Mereka berasal dari Kecamatan Baktiraja, Onanganjang, Parlilitan dan Polung,” kata Radna.

Radna juga berharap, nantinya koperasi dapat menjadi jawaban bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui berbagai terobosan, salahsatunya melalui deversivikasi, misalnya.

“Masyarakat Humbahas secara umum hidup dari sektor pertanian. Jadi, koperasi ini nantinya diharapkan dapat memberi solusi mengolah hasil pertanian menjadi olahan lain yang dilakukan oleh koperasi. Contohnya saja, bawang diolah menjadi bawang goreng siap pasar. Atau kacang mentah yang diolah menjadi panganan siap saji, dan lainnya. Kita berharap, kehadiran koperasi yang baru ini membawa nuansa yang baru pula untuk produk hasil pertanian tadi,” bebernya.

Radna juga mengisyaratkan, membentuk koperasi sebagai wadah usaha, sangat sederhana dan sudah diatur melalui regulasi (aturan, red) perundang-undangan. “Sangat sederhana untuk membentuk koperasi. Pertama sekali kemauan dari beberapa masyarakat: minimal 20 orang. Lalu, menyepakati AD/ART(anggaran dasar/ anggaran rumah tangga) yang dirumuskan oleh anggota. Selanjutnya mengaktekannya agar memiliki dasar dan kekuatan hukum. Kita siap memfasilitasinya,” jelasnya.

Sementara, Kodesti, narasumber dari kementrian koperasi dan UKM lebih menekankan masalah penguatan dan kelembagaan koperasi pada aspek pengawasan penilaian kesehatan usaha.

“Menyusun program kerja, kebijakan teknis, badan hukum dan organisasi koperasi. Tugas tadi harus terkordinasi dengan baik terutama pada pembinaan dan pengendalian,” tukasnya.

Toto Budiharto, nara sumber lainnya, dari Dinas Koperasi dan UKM Provsu lebih menekankan managemen keuangan yang dikelola oleh koperasi.

“Bidang keuangan dalam perjalanan koperasi dan pengaturan kegiatan keuangan tidak terlepas dari perencanaan, analisis dan pengendalian. Bagaimana mendapatkan sumber dana yang dibutuhkan baik secara kualitas maupun kuantitas. Tidak hanya disitu, bagaimana menggunakan dana tadi se efektif dan se efisien mungkin. Dana tadi juga harus bisa dikelola dengan optimal serta dapat dipertanggungjawabkan. Hasil yang didapat dari setiap kegiatan koperasi diupayakan dengan maksimal,” paparnya. (sht/ahu)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close