Ekonomi

Kemendag Bagi 5 Fase Pembukaan Kafe Hingga Mal Jelang New Normal

FaseBerita.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan, terdapat lima fase pembukaan aktivitas perdagangan baik di pusat perbelanjaan atau mal, pasar rakyat, maupun kafe jelang New Normal. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Srie Agustina mengatakan, tahapan fase tersebut dilakukan guna meminimalisasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Adapun toko swalayan yang meliputi mini market mulai dibuka dengan fase tertentu yaitu 1 Juni, 8 Juni, 16 Juni, sampai dengan bisa diaktifkan secara penuh. “Tentu harus menerapkan protokol kesehatan secara total mulai dari pembatasan pengunjung, social distancing,” ujarnya dalam diskusi online, Senin (8/6).

Untuk fase pertama, Sri menjelaskan telah berlangsung pada saat ini yaitu pekan pertama pada Juni 2020. Dalam fase tersebut, pasar-pasar rakyat kembali dibuka dengan pembatasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas.

“Pedagang juga wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter untuk menghindari terjadinya kerumunan orang,” tuturnya.

Fase kedua dimulai 8 Juni 2020. Pada fase ini, tempat makan atau restoran diperbolehkan melayani konsumen untuk makan di tempat.

Namun, jumlah pengunjung maksimal 40 persen dari total kapasitas. Lalu, pada rest area jalan tol, pujasera atau restoran juga mulai diperbolehkan beroperasi dengan total pengunjung 30 persen dari total kapasitas.

“Pada fase ini, toko obat-obatan atau farmasi juga diperbolehkan beroperasi penuh,” ucapnya.

Fase ketiga dimulai pada pekan ketiga Juni. Pada fase ini, toko swalayan sudah boleh beroperasi dengan menjaga jarak antrean, membatasi pengunjung hingga 35 persen dari total kapasitas serta waktu berbelanja maksimal selama dua jam.

“Di fase ini, mal juga diperbolehkan buka secara terbatas dengan jumlah pengunjung maksimal 35 persen dari total kapasitas,” ujarnya.

Di samping itu, tempat hiburan tertentu seperti kebun binatang, museum, galeri seni juga bisa beroperasi secara terbatas dengan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas penjualan dan penjualan tiketnya dilakukan secara online.

Fase keempat dimulai pada pekan keempat Juni. Pada fase ini, restoran atau pujasera di rest area dapat beroperasi dengan penambahan jumlah pengunjung maksimal menjadi 50 persen dari total kapasitas.

Sedangkan, sejenis kafe dibuka secara terbatas dengan jumlah pengunjung 35 persen dari total kapasitas. Lama waktu kunjungan dibatasi maksimal selama dua jam.

Fase terakhir dimulai pada akhir Juli. Pada fase ini, diharapkan semua kegiatan perdagangan dapat beroperasi secara penuh. Namun, harus diimbangi dengan evaluasi secara menyeluruh terhadap aktivitas perdagangan. (JP)