Ekonomi

Kelompok Penerima KPR Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

FaseBerita.ID – Program Sejuta Rumah (PSR) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi di wilayah Sibolga -Tapteng tumbuh baik, seiring tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah KPR dan diharapkan tepat sasaran.

Berdasarkan Permen PUPR nomor 26/PRT/M/2016 bahwa kelompok sasaran penerima KPR bersubsidi tersebut haruslah memenuhi persyaratan, di antaranya harus memiliki KTP, tidak memiliki rumah dan berpenghasilan maksimal Rp4 juta per bulan.

Penerima rumah KPR ini tentunya tidak hanya pekerja formal yang memiliki slip gaji namun juga yang memiliki penghasilan tidak tetap dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Bahkan dalam peraturannya rumah KPR ini tidak boleh disewakan atau dialihkan kepemilikannya kecuali telah dihuni lebih dari 5 tahun.

Hanya saja untuk beberapa kasus masih ditemukan pelanggaran KPR Bersubsidi seperti rumah dibiarkan kosong bahkan rumah yang dibangun spesifikasi teknisnya di atas standar KPR Bersubsidi yang sudah ditentukan pemerintah.

Ketua REI (Real Estat Indonesia) Sibolga-Tapteng Jannes Maharaja saat bincang-bincang dengan wartawan di Sibolga, Sabtu (23/1) terkait rumah KPR bersubsidi, mengatakan minat masyarakat untuk memanfaatkan KPR bersubsidi tinggi.

“Sesuai data REI Sibolga-Tapteng untuk periode 2020 sebanyak 300 unit rumah KPR terjual, menyusul periode 2021 ini setidaknya spesifikasi teknis untuk 400 unit rumah KPR sudah dalam posisi ready stock,” jelasnya.

Menyinggung kelompok sasaran penerima KPR bersubsidi ini, ia tidak berkomentar banyak karena kewenangan ada di pihak bank selaku pembuat analisa kredit.

“Developer hanya menyiapkan unit sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan PUPR. Sedangkan yang melakukan analisa kredit adalah pihak bank yang dihunjuk. Semua pihak yang terlibat diharapkan berperan aktif mengikuti ketentuan pemerintah agar penyalurannya tepat sasaran,” katanya. (mis/fabe)