Ekonomi

Kasus Covid-19 Meningkat Rupiah Masih Belum Kuat Lawan Dolar AS

FaseBerita.ID – Pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih akan mengalami tekanan seiring dengan peningkatan jumlah kasus penularan Covid-19 di seluruh dunia. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI), Selasa (23/6), saat ini posisi rupiah berada di level 14.265.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjandra mengatakan, bahkan gelombang kedua Covid-19 telah terjadi di beberapa negara yang telah membuka kembali perekonomiannya setelah dilakukannya pembatasan atau lockdown.

“Sentimen ini masih berpeluang menekan harga aset-aset berisiko di jam pasar Asia hari ini. Rupiah masih berpeluang tertekan karena sentimen tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, pagi ini pelaku pasar mendapatkan kabar terbaru yang memberikan sentimen negatif dari hasil wawancara penasihat perdagangan pemerintah AS Peter Navarro dengan Fox News bahwa perjanjian dagang dengan Tiongkok telah berakhir. “Wawancara ini menunjukkan hubungan AS dan Tiongkok yang masih memanas dan mengancam pelaksanaan perjanjian dagang yang telah disepakati,” tuturnya.

Namun, setelah itu, terdapat klarifikasi terkait wawancara Navarro bahwa perjanjian dagang belum berakhir sehingga ini membalikkan tekanan harga ke aset berisiko. Meskipun demikian hasil Wawancara tersebut sudah menyiratkan hubungan AS dan Tiongkok yang memanas. “Rupiah bisa melemah kembali hari ini dengan potensi ke area 14.200, dan support di kisaran 14.050,” pungkasnya. (JP)