Ekonomi

Kantor Perwakilan BI Siantar Gelar Pekan Qris Nasional 2020: Ayo Pakai Qris!

FaseBerita.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sistem pembayaran non tunai dan ekonomi digital. Salah satunya, terus mendorong implementasi kebijakan melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat didampingi beberapa pimpinan Perbankan se-Kota Siantar seperti Bank Mandiri, BNI, BTN dan lainnya, dalam Media Briefing, Selasa (10/3) di Lantai IV Kantor Perwakilan BI Siantar menjelaskan, QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

Pihaknya juga mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran non tunai menggunakan sistem QRIS. Bahkan, sebagai bentuk dukungan mereka untuk meningkatkan penggunaan transaksi non tunai melalui QRIS ini, pihaknya akan menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional 2020 pada 9-15 Maret 2020.

Acara puncak digelar 14 Maret di Kedai Kopi Sutomo, Jalan Surabaya dan 15 Maret di Lapangan H Adam Malik dirangkai dengan acara Car Freeday (hari bebas kendaraan) terbuka untuk umum.

“Dengan QRIS promo 500 cangkir kopi cukup bayar Rp1 pakai uang elektronik (ovo, gopay, link aja dan lainnya). Ingat, Rp1 itu berlaku bagi yang punya Ovo, Gopay dan lainnya,” kata Edhi diamini Poltak Sitanggang dan pimpinan perbankan lainnya.

Kegiatan ini juga serentak diselenggarakan di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia lainnya. Kegiatan ini juga telah dilaksanakan di universitas, tempat ibadah, pasar tradisional, tempat wisata dan lainnya sehingga dapat menyentuh semua sektor dan lapisan masyarakat.

QRIS sendiri diluncurkan pada 27 Agustus 2019 dan mulai berlaku 1 Januari 2020 lalu. Qris merupakan code penghubung dalam transaksi pembayaran non tunai.

“Dengan 1 merchant dapat mempermudah semua transaksi non tunai,” kata Edhi.

QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

“Dalam satu genggaman (ponsel) semua transaksi bisa dilakukan dan tidak perlu repot membawa dompet,” ujarnya.

Menurut Edhi, untuk wilayah kerja Bank Indonesia yang meliputi delapan kabupaten/kota (Siantar, Simalungun, Batu Bara, Kisaran, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan dan Labuhan Batu Utara) sudah ada sekitar 3.187 merchant.

“Secara nasional QRIS ini telah digunakan 2,7 juta merchant di seluruh Indonesia,” terangnya.

Edhi mencontohkan, apabila selama ini masyarakat menggunakan ovo, go pay, link aja atau lainnya dalam melakukan pembayaran di cafe, supermarket atau lainnya harus menggunakan merchant yang sama (ovo=merchant nya harus ovo).

“Sekarang supermarket atau pelaku usaha cukup mempunyai 1 merchant yakni Qris,” sebutnya seraya mengatakan sosialisasi sudah dilakukan di kampus USI, Kampus Sultan Agung, perkantoran dan juga masyarakat.

“Qris ini bisa juga digunakan saat bayar dikantin dengan pakai code. Sosialisasi juga sudah kita lakukan di beberapa kampus, karena Qris banyak digandrungi para generasi millenial,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin memiliki Qris tersebut bisa mendatangi bank-bank terdekat. Syaratnya punya nomor rekening dan jenis identitas lainnya seperti KTP dan lainnya.

Sebab, beberapa perbankan seperti Mandiri, BNi, Bank Sinar Mas, BRI, Bank Sumut CIMB Niaga dan lainnya sudah mengeluarkan ratusan merchant untuk beberapa unit usaha sepeti cafe, rumah makan, pusat perbelanjaan bahkan untuk memberikan infaq bisa disalurkan melalui Qris.

“Syarat utamanya harus ada nomor rekening. Namun untuk menggunakan Qris ini harus mendowload aplikasi. Sama seperti Gopay dan lainnya,” sambung Muhammad Afriazi, perwakilan dari Bank Mandiri.

Setiap penyedia Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berbasis QR (termasuk PJSP asing) wajib menggunakan QRIS. Ini diatur dalam ketentuan BI dalam PADG No.21/18/2019 tentang Implementasi Standar Internasional QRIS untuk Pembayaran.

Apa itu QRIS?

BI sendiri mengusung tema semangat UNGGUL, yakni UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung) dari adanya QRIS ini.

Harapannya dengan adanya QRIS, transaksi pembayaran bisa lebih efisien atau murah, inklusi keuangan di Indonesia lebih cepat, UMKM bisa lebih maju, dan pada akhirnya bisa dorong pertumbuhan ekonomi.

QRIS bersifat inklusif, digunakan untuk seluruh lapisan masyarakat dan bisa digunakan buat transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri. Masyarakat juga bisa bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel.

Keuntungan Qris yakni transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang bisa digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Transaksi dengan QRIS juga langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran.

Jadi, tujuan adanya QRIS ini tak lain agar pembayaran digital jadi lebih mudah bagi masyarakat dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu.

Bisa Bayar Pakai Aplikasi

Apa Saja, ‘Scannya’ di QRIS

QRIS digadang sebagai ‘satu sistem untuk semua model pembayaran’. Maka, QRIS bisa digunakan di semua merchant yang kerjasama dengan PJSP seperti Link Aja, Gopay, OVO, DANA, Bukalapak, dan lainnya.

Karena sistem QR Code ini menggunakan Merchant Presented Mode (MPM), pengguna tinggal scan QR Code di QRIS yang ada di berbagai merchant yang menyediakan transaksi nontunai.

Sebagai Ilustrasi, Begini Cara Kerja QRIS:

Katakalankah si A punya alat pembayaran GoPay, lalu si B punya OVO, si C punya DANA, dan si D punya LinkAja, serta lainnya. Mereka semua bisa transaksi pembayaran cukup scan pada QRIS di setiap merchant yang melayani pembayaran nontunai.

Artinya, jika si A hanya punya GoPay atau si B punya OVO, tak harus scan kode QR khusus GoPay atau harus scan kode QR OVO bagi pemilik aplikasi ini. Sesuai dengan slogannya ‘satu untuk semua’, apapun aplikasinya, scannya cukup di satu tempat, yakni QRIS.

Transaksi QRIS Maksimal Rp2 Juta

Dalam aturan pelaksanaan QRIS, batas nominal transaksi QRIS maksimal Rp2 juta per transaksi. Akan tetapi, penerbit (PJSP) bisa menetapkan batas nominal kumulatif harian dan/atau bulanan atas Transaksi QRIS yang dilakukan oleh masing-masing pengguna QRIS.

Penetapan batas nominal kumulatif itu dengan syarat penerbit punya pertimbangan manajemen risiko yang baik. (des)