Ekonomi

Jaga Ketersediaan Pangan Lewat Survei Harga

TAPSEL, FaseBerita.ID – Untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah masyarakat, lintas sektoral di Tapsel terus melakukan survei harga secara berkala. Seperti halnya survei harga yang dilakukan di Pasar Sipirok beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Efrida Yanti Pahpahan menjelaskan, ada tiga peran strategis ketahanan pangan selama ini, yaitu terpenuhinya hak yang paling azasi, pentingnya pangan bagi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Dan, merupakan salah satu pilar yang menopang ketahanan ekonomi.

Disampaikan, harga kebutuhan makanan pokok, merupakan hal yang sangat berpengaruh. Dinas Ketapang selalu melakukan survei rutin tentang ketersediaan pasokan, pedagang, pengumpul hingga konsumennya.

“Agar diketahui kondisinya,” katanya saat melakukan survei harga di Pasar Sipirok, beberapa hari lalu.

Apalagi sambungnya, untuk Dinas Ketapang sendiri, ada pengiriman data ke pusat setiap Senin dan Kamis, berupa harga pangan, baik di tingkat produsen, maupun pedagang, grosir dan pengecer. Dengan begitu, tentu perlu dilakukan koordinasi dan survei tentang harga pasar.

Sementara itu, parwakilan Polres Tapsel Ipda Aswin juga menyampaikan, ada tiga hal penting tentang peran Kepolisian dalam pengawasan pangan di tengah masyarakat. Untuk mengetahui tentang kondisi pangan dipasaran. Begitu juga dijalur distribusi baik dari hilir sampai ke hulu. Selain itu, Kepolisian juga mengawasi stabilitas harga dan antisipasi jikalau ada penimbunan.

Sementara Ihwal Parningotan dari Dinas Pertanian juga menyebut, bahwa Dinas Pertanian memiliki 4 basis untuk memperoleh data harga pangan yaitu Pasar Sipirok, Pasar Pargarutan, Batang Angkola dan Batangtoru.

Sedangkan Lea S Dalimunthe dari Dinas Perdagangan mengatakan, operasi pasar dilakukan menjelang Hari Raya, Natal dan Tahun Baru. Tujuannya untuk menahan dan meredam terjadinya gejolak harga. Sehingga, kesmaan dalam pendataan harga pangan dilakukan secara koordinasi dan kerja sama untuk mendapatkan harga tidak mencolok.

Sementara itu Afrina dari Dinas Kesehatan mengatakan, pihaknya lebih cenderung melihat pada makanan siap saji untuk mengetahui apakah masyarakat telah mengonsumsi makanan sesuai dengan standart gizi.

Adapun harga beberapa bahan pangan saat survei tersebut, beras premium Rp180 ribu per 16 kg, jagung pipil Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram. Kedelai lokal Rp5 ribu dan kedelai impor Rp8 ribu per kilogram.

Bawang merah Rp18 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram, bawang putih Rp20 ribu antara Rp22 ribu perkilogram, cabai merah Rp18 ribu per kilogram, cabai rawit Rp40 ribu per kilogram, daging sapi Rp130 ribu per kilogram, daging ayam broiler Rp35 ribu per kilogram, telur Rp21 ribu per kilogram.

Gula pasir Rp13 ribu per kilogram, minyak goreng Rp11 ribu per kilogram, tepung terigu Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram, ikan tongkol Rp35 per kilogram, tomat Rp6 ribu per kilogram, kacang hijau Rp18 ribu per kilogram dan kacang tanah Rp21 ribu per kilogram. (ran)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button