Ekonomi

Investor Kirim Nota Protes!! Pengamat: Tanda Tak Percaya Omnibus Law

FaseBerita.ID – Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, standar negara maju dalam berinvestasi sangat ketat terkait lingkungan hidup. Jika prinsip dasar tersebut diturunkan standarnya dalam Undang-Undang Cipta Kerja maka sulit mengharapkan adanya investasi besar dari negara maju.

Bhima mengatakan, yang menarik dari pengesahan UU Cipta Kerja bukan hanya soal protes buruh. Investor kakap juga mengirimkan surat keberatan atas pengesahan UU Omnibus Law karena berdampak negatif bagi lingkungan hidup.

“Keluarnya dana asing dan nota protes dari investor itu tanda adanya ketidakpercayaan bahwa Omnibus Law adalah solusi menarik investasi dan pemulihan ekonomi di tengah resesi,” ujarnya.

Seperti diketahui, sekitar 35 investor global yang mewakili investasi (AUM) senilai USD 4,1 triliun membuat surat terbuka kepada pemerintah Indonesia untuk menyikapi Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Sebab, regulasi yang baru saja disahkan pemerintah dan DPR dinilai akan merusak iklim investasi.

Aturan tersebut dianggap bakal melanggar standar praktik terbaik internasional yang ditujukan untuk mencegah konsekuensi berbahaya dari aktivitas bisnis. Hal itu akan menjadi kendala investor dari pasar Indonesia.

Surat itu juga terkait kerangka perizinan, pemantauan kepatuhan lingkungan, konsultasi publik, dan sistem sanksi yang diyakini akan berdampak parah terhadap lingkungan, hak asasi manusia dan ketenagakerjaan. Kekhawatiran inilah yang menjadi sumber ketidakpastian yang dihindari investor.

Robeco salah satu perusahaan yang menandatangani surat itu menyatakan para investor ingin memulai dialog dengan pemerintah Indonesia menyikapi aturan baru ini. Mereka menyatakan sebagai investor, sudah menjadi keharusan bagi mereka untuk mengikuti perkembangan regulasi untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. (dc/int)





Back to top button