Ekonomi

Harga Pangan Naik Turun, Pedagang Minta Stabilkan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah terus mengalami fluktuasi. Akibatnya, banyak pedagang dan warga yang mengeluh dan meminta agar harga dapat stabil.

Di Pasar Tradisional Kota Beringin Sibolga, harga sejumlah bahan pangan jenis sembako, sayur mayur dan lainnya  masih tidak stabil.

“Sampai saat ini harga-harga di pasar masih belum stabil dan terus selalu naik turun,” ujar salah satu pedagang sayur Riapul Boru Pasaribu (50) warga Simaremare, Kota Sibolga, Kamis (12/9/2019).

Seperti cabai, untuk jenis cabai merah, kata Ria, saat ini sudah mengalami penurunan harga. Sebelumnya mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Dan saat ini dijual pedagang di harga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

“Untuk cabai merah sudah ada penurunan harga dari Rp60 ribu dan sekarang kami jual di kisaran harga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilo,” ujarnya.

Serupa dengan cabai merah, harga cabai rawit juga ikut mengalami penurunan. Kata Ria, dari harga sebelumnya mencapai Rp80 ribu, saat ini sudah di kisaran harga Rp60 ribu per kilogram.

“Yang masih mahal harga cabai rawit, memang sudah turun dari Rp80 ribu menjadi Rp60 ribu. Dan untuk cabai hijau (ijo) masih tetap normal di harga Rp30 ribu per kilo,” ucapnya dan harga tersebut bisa kembali naik tanpa penyebab yang jelas.

Tak hanya cabai, tomat juga mengalami penurunan harga, dari harga sebelumnya Rp10 ribu dan saat ini bisa dibeli warga Rp6500 per kilogram.

“Pun harga bawang merah dan bawang putih, masih berada di kisaran harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram,” sebutnya.

Pedagang lainnya, Ismen Situmeang (39) mengatakan, untuk harga telur ayam ras saat mencapai Rp37 ribu per papan (satu isi 30 butir). Harga tersebut, ungkapnya, memang mengalami penurunan dari harga sebelumnya mencapai Rp40 ribu per papan.

“Sudah ada sekitar dua hari ini turun, tapi ini tetap tidak bisa stabil. Dan mungkin bisa naik kembali,” ujarnya.

Sementara, pantauan di Pasar Pandan Tapanuli Tengah, harga pangan tidak berbeda jauh dengan pasar di Kota Sibolga. Seperti untuk harga kebutuhan bahan pokok beras, untuk jenis Kuku Balam mencapai Rp18 ribu per solup (setara 1,6 liter), gula pasir Rp13 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp10 ribu per kilogram.

“Untuk harga beras dan sembako lainnya masih normal, tidak ada kenaikan dan penurunan harga yang signifikan. Namun kita meminta bagaimana kondisi harga bisa lebih stabil lagi,” ungkap Hasugian, warga Sibulan yang berjualan di Pasar Pandan.

Untuk harga ayam potong, menurut keterangan dari pedagang, memang sering fluktuatif. Harga cenderung naik dan turun serta sangat menyusahkan pedagang.

“Untuk ayam potong memang sangat sering naik turun. Harganya saat ini mencapai Rp23 ribu per kilogram, padahal dua hari yang lalu sempat Rp20 ribu per kilogram,” kata Mimin Matondang, pedagang ayam di Pasar Pandan.

Menurut Rani Simbolon, akibat naik turunnya harga tersebut, sangat berpengaruh terhadap pendapatannya sebagai pedagang kecil. Pasalnya, harga yang tidak stabil juga menyebabkan pembeli yang tidak stabil.

Ditambah lagi persaingan usaha antar pedagang, banyak pedagang yang datang dari luar daerah seperti Dolok Sanggul, Sidikalang dan Tanah Karo yang datang ke wilayah Sibolga.

“Maunya paling tidak harga-harga bisa stabil dan tidak seenaknya naik dan turun, kalau seperti ini yang sangat disahkan adalah pedagang. Kita sudah beli mahal, kita stok, rupanya besok-besok sudah turun lagi. Dan kami berharap ada perhatian pemerintah setempat untuk masalah ini.

“Harap pedagang sayur mayur di Kota Sibolga ini. (mag-01/osi)

iklan usi