Ekonomi

Harga Ikan Teri Kembali Naik

FaseBerita.ID – Selama memasuki tahun 2021, tepat di awal bulan Januari hingga Februari ini, harga ikan teri rebus kembali melonjak naik.

Nelayan menyebut, harga ikan naik bukan berdasarkan adanya pergantian tahun atau dari faktor cuaca buruk pergantian bulan. Namun harga ikan rebus naik disebabkan minimnya hasil tangkap ikan para nelayan.

Hal itu diungkapkan langsung Umbel Pasaribu, seorang nelayan Bagan Pancang dari kelurahan Hajoran kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Selama dua bulan terakhir ditahun 2021 lalu, hasil tangkapan nelayan mulai berkurang. Karena minimnya hasil tangkapan Bagan Pancang, maka bisa jadi harga ikan pun naik,” ungkap Umbel, Rabu, (10/2).

Diterangkannya, sebelumnya harga ikan teri rebus mencapai Rp58.000/kg sampai Rp 60.000/kg, namun saat ini, harga ikan naik sebesar 5% dari harga sebelumnya.

“Harga ini sudah naik sekarang, ikan mencapai Rp3.000 perkilo. Begitu juga dengan harga ikan kering lainnya, juga ikut meroket dari harga sebelumnya antara Rp25.000/kg sampai Rp 30.000perkilo, kini menjadi Rp 37.000 perkilo hingga Rp 40.000 perkilo, seperti ikan Deman dan ikan sepo lainnya,” tandasnya.

Namun demikian, kenaikan harga tersebut bagi pada pedagang. Pengiriman ikan rebus keluar daerah tetap berjalan seperti biasa.

“Kita tetap tampung walaupun harga ikan teri ini naik, karena diluar daerah jenis ikan ini jauh lebih mahal, makanya kalau kita mengirim ikan keluar, kita hanya mengambil keuntungan sedikit saja,” ungkap Adi, salah seorang pedagang dari Hajoran.

Selanjutnya, pengusaha bagan pancang mengatakan, bahwa sejak akhir tahun 2020, cuaca ekstrem mengancam perekonomian nelayan di kelurahan hajoran.

Sementara, belanja kebutuhan nelayan sudah makin merosot. Bahkan tidak jarang, hasil tangkapan yang diperoleh tidak mampu menutupi modal saat berangkat melaut.

Untuk mengurangi kerugian akibat minimnya hasil tangkapan, nelayan terpaksa menaikkan harga ikan jauh di atas harga normal. Baik itu harga ikan teri, ataupun ikan rebus lainnya. Namun keuntungan yang mereka peroleh tetap minim.

“Untuk sementara ini harganya memang segitu, karena produksi ikan sangat minim, jika nanti para nelayan kita banyak dapat hasil, pastinya harga ikan pun akan turun,” kata Jamal, salah seorang pengusaha bagan pancang.

Dari keterangannya, ia juga menyampaikan, saat ini para nelayan Bagan pancang dan pengusaha ikan di Hajoran sudah pasrah menghadapi kondisi tersebut.

Mereka hanya dapat berharap, bulan mendatang hasil tangkapan dapat kembali normal agar produksi ikan rebus maupun ikan kering dapat kembali berjalan seperti semula untuk memberikan penghidupan bagi nelayan dan masyarakat lainnya. (hp/fabe)

iklan usi