Ekonomi

Harga Emas Antam Naik, Dibanderol Rp1.028.000 per Gram

FaseBerita.ID – Harga logam emas dunia akhir pekan ini kembali turun seiring dengan melambungnya dolar Amerika Serikat (AS). Meski ada keraguan terhadap pemulihan ekonomi global yang membuat logam kuning tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,04 persen menjadi USD 1.945,32 per ounce pada pukul 09.03 WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat menyusut 0,6 persen menjadi USD 1.952,50 per ounce.

Seperti diketahui, Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat terhadap pesaingnya membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Selain itu, Senat Amerika pada Kamis kemarin, memberangus RUU Partai Republik yang akan menyediakan anggaran sekitar USD 300 miliar dalam bantuan virus Covid-19, karena Partai Demokrat menginginkan lebih banyak pendanaan.

Selanjutnya, investor menunggu data PDB Inggris dan angka inflasi AS yang akan dirilis hari ini untuk kejelasan lebih lanjut tentang kemajuan pemulihan global dari kemerosotan ekonomi yang disebabkan virus korona. Di sisi lain, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran berada di level tertinggi, minggu lalu, menunjukkan terhentinya pemulihan pasar tenaga kerja dari pandemi Covid-19.

Sementara harga logam mulia lainnya seperti perak turun 0,3 persen menjadi USD 26,84 per ounce, platinum berkurang 0,1 persen menjadi USD 925,59 per ounce dan palladium melemah 0,4 persen menjadi USD 2.283,72 per ounce.

Mengutip emas batangan milik Antam hari ini, Jumat (11/9) tercatat naik Rp 1.000 ke Rp1.028.000 per gram. Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini juga naik Rp2.000. Harga buyback berada di level Rp929.000 per gram. (jp)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button