Ekonomi

Harga Cabai Merah Anjlok

FaseBerita.ID – Perekonomian petani cabai merah di Kabupaten Simalungun berdampak buruk akibat harga cabai semakin anjlok.

Salah seorang petani menuturkan, turunnya harga diduga akibat pengiriman ke luar daerah terbatas selama pandemi Covid-19.

“Selain itu, petani sudah mulai banyak beralih bertanam cabai. Yang awalnya mereka menanam jagung, kini beralih menanam cabai. Makanya pasokan membludak,” kata Roel, salahsatu petani di Simalungun, Jumat (8/5).
Cabai sendiri saat ini berada di kisaran Rp8.000 per kg.

“Harga itu tak sebanding dengan biaya pengolahan. Belum lagi harga pupuk yang makin mahal. Yang pasti tidak sebandinglah. Bahkan merugi kalau harga sudah semerosot ini,” ungkapnya.

Petani berharap Pemerintah melakukan upaya dan langkah strategis yang bisa melindungi harga hasil pertanian terutama di wilayah Simalungun.

“Semoga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Simalungun masih bisa memantau harga-harga komoditas pertanian di kalangan petani,” ujarnya.

Sementara Pedang Cabai di Gedung III Lantai I Pasar Horas menerangkan, anjloknya harga cabai sejak wabah virus Corona muncul di Indonesia termasuk di Siantar-Simalungun. Seiring dengan itu, harga pun dari hari ke hari semakin anjlok. (ros)