Ekonomi

GO-JEK Klaim Layanan Go-Food Sumbang Rp18 Triliun

FaseBerita.ID – Layanan pesan antar makanan Go-Food telah mengembangkan bisnisnya menjadi layanan online food delivery nomor satu di Indonesia dan Asia Tenggara dengan menggandeng lebih dari 400 ribu mitra merchant.

Chief Food Officer GO-JEK Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, saat ini pihaknya telah menguasai pangsa pasar online food delivery di Indonesia yang mencapai 80 persen atau minimal 4 kali lipat lebih besar dari penyedia layanan sejenis.

“Hal ini juga didukung kuat oleh jumlah order yang tumbuh tujuh kali lipat dalam dua tahun terakhir,” ujarnya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Selasa (23/4).

Selain itu, menurut hasil riset Lembaga Demografi FEB UI (LD FEB UI), pihaknya juga memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia, yaitu sebesar Rp 18 triliun.

“Riset ini juga melansir bahwa peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usahanya. Hal ini ditunjukkan dari 85 persen responden UMKM yang menginvestasikan kembali pendapatannya dari Go-Food ke dalam usaha mereka,” tuturnya.

Catherine menambahkan, kesuksesan Go-Food dalam mendorong peningkatan bisnis merchant, tidak hanya dengan memberikan akses langsung kepada pasar, tapi juga memahami kebutuhan mereka dengan menciptakan ekosistem teknologi yang bisa menjawab kebutuhan mereka dari hulu ke hilir.

“Berkat teknologi GO-JEK, mitra merchant Go-Food dapat terus mengembangkan skala bisnisnya. Mitra UMKM Go-Food rata-rata mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak mereka bergabung,” imbuhnya.

Menurutnya, keandalan teknologi jadi alasan utama merchant bermitra dengan Go-Food dibanding dengan penyedia layanan sejenisnya. Hal ini tercermin dari hasil riset LD FEB UI yang menyatakan bahwa 92 persen merchant bergabung dengan Go-Food karena adanya aplikasi manajemen merchant yang memudahkan bisnis mereka, serta karena ada kemudahan teknologi non-tunai Go-Pay.

“Keamanan dan kenyamanan mitra merchant merupakan prioritas utama kami. Keseriusan ini tercermin dari upaya berkelanjutan mengembangkan ekosistem pengelolaan bisnis yang lengkap dan menyeluruh dan dapat dikelola secara mandiri oleh mitra merchant melalui aplikasi Go-Biz,” katanya.

Go-Biz merupakan aplikasi khusus bagi mitra Go-Food yang dulunya dikenal sebagai Go-Resto. Melalui Go-Biz, mitra merchant d apat memanfaatkan fitur-fitur unggulan, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, memanfaatkan fitur e-wallet Go-Pay, mengatur ketersediaan menu, mengatur jam operasional, melihat detail daftar pesanan dan fitur-fitur lainnya. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur verifikasi PIN untuk memastikan keamanan bagi para merchant.

“Hampir seluruh mitra merchant Go-Food merasakan manfaat dan efektifitas aplikasi ini dalam mengelola dan meningkatkan bisnis mereka. Data riset LD FEB UI menyatakan 93 persen merchant mengalami peningkatan volume transaksi setelah mereka menggunakan aplikasi khusus manajemen merchant Go-Food,” tandasnya. (jp/fid)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button