Ekonomi

Februari 2019 Kota Sibolga Deflasi

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Bulan Februari 2019, Kota Sibolga mengalami deflasi, sama seperti bulan sebelumnya. Hal itu terungkap dalam rapat bulanan Tim Pengelola Inflasi Daerah (TPID) Kota Sibolga, Senin (18/3) di Aula Nusantara Pemko Sibolga.

Acara yang dibuka langsung Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk itu dihadiri perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Badan Pusat Statistik, Bulog dan Sekda Kota Sibolga M Yusuf Batubara serta pimpinan OPD terkait.

Menurut Syarfi, papat bulanan ini dilaksanakan untuk kajian tingkat inflasi Kota Sibolga pada bulan Maret berdasarkan data pada Februari 2019. “Dalam pertemuan itu, perwakilan BI dalam paparannya menyampaikan bahwa pada Februari 2019 Kota Sibolga masih mengalami Deflasi, sama seperti pada Januari,” kata Syarfi.

Baca: Pemko Sibolga Promosikan Produk Berbahan Ikan

Dia mengatakan, deflasi pada Februari 2019 berada pada angka cukup dalam sebesar 0,7%, dan merupakan kota dengan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) paling dalam diantara kota lainnya se Sumatera Utara. “Dikhawatirkan, akibat deflasi yang cukup besar dan berkepanjangan, biasanya akan terjadi inflasi. Perlu strategi untuk menjaga agar seandainya terjadi deflasi di bulan Maret, namun deflasi diharapkan pada angka persentase kecil,” beber Syarfi.

Angka Deflasi yang cukup dalam di kota Sibolga, sambungnya, disebabkan turunnya harga kebutuhan pokok, terutama harga cabai merah yang memiliki andil tertinggi terhadap angka inflasi maupun deflasi di Kota Sibolga.

“Kehawatiran Inflasi diprediksi akan cukup tinggi pada bulan Maret, akibat periode panen cabai dan produk hortikultura lainnya sudah habis, sehingga perlu strategi antisipasi terhadap produk bahan makanan pokok,” jelasnya.

Baca: Tol Trans-Sumatera Tersambung 2024: Tol Parapat-Sibolga 102 KM

Selain itu, sambungnya, perkiraan terjadi inflasi pada Maret 2019 juga diakibatkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tingginya kebutuhan menjelang Pemilu 2019, baik itu kebutuhan bahan-bahan media promosi kampanye dan bahan makanan kampanye menjelang Pemilu 2019.

“Sebagai antisipasi atas kemungkinan terjadinya inflasi ini, terutama dalam menyambut Ramadhan ke depan, Pemko Sibolga akan maksimal menyelenggarakan pasar murah di setiap kecamatan di Kota Sibolga,” tandasnya. (rb)

USI