Ekonomi

ESDM Mulai Uji Coba Manfaatkan CPO untuk Bahan Bakar PLTD

FaseBerita.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulai uji kelayakan pemanfaatan CPO sebagai bahan bakar. Tepatnya, untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Uji kelayakan itu bakal berlangsung sampai Desember 2020.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Yudo Dwinanda Priaadi menuturkan bahwa Indonesia masih memiliki banyak ruang untuk migrasi ke bahan bakar nabati. Apabila bahan bakar sekitar 50 persen PLTD milik PLN yang jumlahnya lebih dari 2.000 unit dialihkan ke CPO, PLN akan lebih irit. Pengeluaran biaya untuk BBM akan terkurangi.

“Pemerintah juga diuntungkan. Anggaran subsidi listrik menjadi semakin meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) Chrisnawan Anditya menuturkan bahwa penggunaan BBM untuk PLTD dan PLTMG (pembangkit listrik tenaga minyak dan gas) masih sangat tinggi. Data statistik menunjukkan pemakaian BBM untuk pembangkit listrik pada 2018 tercatat sekitar 4 juta kiloliter.

“Pemakaian BBM tersebut diperkirakan akan meningkat 960 ribu kiloliter per tahun dengan tambahan PLTMG baru dengan total kapasitas sebesar 520 mw selama 2019–2028,” jelasnya.

Penggunaan BBM pada PLTD berdampak besar pada biaya operasional PLN. Data statistik PLN pada 2018 mencatat biaya bahan bakar PLTD mencapai Rp 26 triliun atau 16 persen dari total biaya bahan bakar PLN.

Sementara itu, listrik yang dihasilkan PLTD hanya 6 persen dari total listrik yang diproduksi PLN.

Namun, PLTD masih sangat diperlukan. Terutama di daerah yang terpencil. Pemerintah mencoba mengurangi pemakaian BBM di PLTD dengan membangun pembangkit listrik EBT di beberapa PLTD. Namun, jumlahnya belum banyak. Penggunaan minyak nabati murni di PLTD diharapkan dapat mengurangi pemakaian BBM secara signifikan. (JP)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button