Ekonomi

Erick Thohir Copot Komisaris Independen Pupuk Indonesia

FaseBerita.ID – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencopot Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) Yanuar Rizky. Yanuar resmi dicopot mulai hari ini.

“Ya,” kata Yanuar, Kamis (9/1/2020).

Perihal alasan pencopotannya, ia tak menerangkan secara rinci. Ia hanya mengatakan normatif ‘pergantian pemain’.

“Normatif aja karena ganti pemain,” katanya.

Meski begitu, Yanuar menuturkan ada sejumlah hal yang perlu disikapi. Namun, ia tak menerangkan secara rinci.

“Tapi saya menentukan sikap karena ada serentetan peristiwa yang perlu saya sikapi,” ujarnya.

“Saya tak bisa kemukakan secara detil ke publik, tapi like and dislike terkait dengan cara mengelola korporasi,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana membenarkan adanya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini. Tapi, ia belum berkenan membeberkan hasilnya.

“Tadi memang ada RUPS. Untuk konfirmasinya mungkin lebih baik ke Kementerian BUMN,” tutupnya.

Komisi VII Minta Harga Gas Industri Turun

Komisi VII DPR RI meminta kepada pemerintah untuk menekan harga gas industri. Hal ini agar produksi pupuk nasional bisa berjalan dengan baik.

Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita Sari meminta agar pemerintah menunda kenaikan harga gas. Hal ini agar gas bisa dioptimalkan untuk konsumsi domestik.

“Kalau kita masih defisit bagaimana caranya ekspor? Kalau dilihat dari neraca yang tadi akan lebih bijaksana jika pemerintah menunda kenaikan harga gas sesuai dengan Perpres 40 2016,” kata Juwita di komisi VII DPR, Jakarta, baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, penurunan harga gas ini juga bisa menyelamatkan produksi pupuk nasional. “Jadi kita bertahan di situ agar pupuk Indonesia bisa diselamatkan. Karena akan banyak yang kolaps kalau harga bergeser,” jelas dia.

Dia mencontohkan kebutuhan gas di Jawa Timur hanya bisa terpenuhi sekitar 50%. Oleh karena itu ia meminta kepada Dirjen Migas untuk mengatasi defisit tersebut dan menjaga ketersediaan pasokan dalam jangka panjang. Defisit ini turut mempengaruhi ketersediaan di berbagai daerah.

“Kemudian dari kebijakan harga, kalau melihat skema yang disampaikan pupuk Indonesia, Indonesia mematok harga yang lebih tinggi dibandingkan negara lain,” jelas dia.

Diharapkan ada penekanan harga dan meningkatkan peluang eksplorasi gas bumi demi memenuhi pasokan dalam negeri. (dtc/int)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker