Ekonomi

Emas Antam Kini di Bawah Sejuta

FaseBerita.ID – Harga logam mulia emas melemah di dekat level terendah satu pekan di sesi sebelumnya, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan perundingan stimulus, mendongkrak nilai tukar dolar.

Mengutip laman Reuters, Rabu (7/10), harga emas di pasar spot turun 0,01 persen menjadi USD 1.877,91 per ounce pada pukul 08.54 WIB. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat (AS) merosot 1,52 persen menjadi USD 1.879,70 per ounce.

Seperti diketahui, indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran Green back terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,2 persen. Hal itu disebabkan karena prospek memudar untuk lebih banyak bantuan bagi warga AS yang berjuang menghadapi pandemi Covid-19 dan maskapai penerbangan AS yang berupaya untuk menghindari gelombang PHK, ketika Trump mengakhiri negosiasi hingga setelah pemilu November.

Selain itu, Gubernur bank sentral AS dan Eropa kemarin, menyerukan anggaran belanja pemerintah untuk mendukung keluarga dan bisnis saat pertempuran melawan resesi yang dipicu virus Covid-19 memasuki fase kritis yang baru. Defisit perdagangan AS juga melonjak pada Agustus ke tingkat terbesar dalam 14 tahun dengan impor meningkat lagi, menunjukkan perdagangan dapat menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga.

Di sisi lain, enam negara bagian AS melaporkan rekor jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, mendorong langkah pembatasan baru, sementara kasus di seluruh dunia melampaui 35,51 juta. Adapun logam mulia lainnya, seperti perak naik 0,7 persen menjadi USD 23,25 per ounce, platinum melesat 1 persen menjadi USD 856,51 per ounce, sementara paladium turun 0,1 persen menjadi USD 2.339,81 per ounce.

Mengutip logammulia.com, harga emas batangan milik Antam hari ini anjlok Rp 18.000 per gram. Harga emas Antam turun ke level Rp 999.000 per gram. Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini berkurang Rp 23.000 menjadi Rp 889.000 per gram. (jp)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button