Ekonomi

Ekspor Kopi Tahun Lalu Menurun: Terkendala Pengiriman

FaseBerita.ID – Produksi kopi sepanjang 2020 turun. Demikian pula kinerja ekspor kopi. Volumenya turun sekitar 8 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tapi, produktivitas bukanlah satu-satunya penyebab turunnya ekspor. Kendala pada proses pengiriman juga memicu lemahnya kinerja.

Sekretaris Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Jawa Timur (Jatim) Ichwan Nursidik mengatakan bahwa produksi tahun lalu tercatat 64.621 ton. Tahun sebelumnya, produksi kopi mencapai 70.238 ton.

“Makanya, ekspor 2020 tidak setinggi tahun sebelumnya,” ungkapnya Minggu (24/1).

Kondisi itu, menurut Ichwan, diperparah ketidaklancaran pengiriman. Pada semester II tahun lalu, pengiriman kopi ke luar negeri tersendat. Sebab, tidak tersedia cukup kontainer untuk mengirimkan komoditas tersebut.

Selain itu, jumlah perusahaan pelayaran yang menyediakan layanan pengiriman ke luar negeri berkurang. Kalaupun ada, ongkos pengirimannya relatif tinggi.

“Banyak negara yang kesulitan tenaga ekspor. Ini mengganggu kelancaran pengiriman ke luar negeri,” kata Ichwan.

Pada semester I tahun lalu, volume ekspor kopi sempat naik 3 persen. Yakni, dari 27.068 ton menjadi 27.972 ton. Sementara itu, nilai ekspornya naik sekitar 2 persen. Dari USD 57,623 juta (sekitar Rp 810,23 miliar) menjadi USD 58,687 juta (sekitar Rp 825,19 miliar). (jp)

iklan usi