Ekonomi

Ekspor Dihambat Perlawanan Indonesia ke Uni Eropa Dinilai Tepat

Eko juga menegaskan perlunya langkah untuk melakukan perlawanan lunak. Yakni, dengan memperbanyak kajian dan riset sebagai dasar argumentasi dalam membela industri minyak sawit.

Menurut Eko, langkah tersebut juga dilakukan oleh Uni Eropa dalam mendiskriminasi industri sawit. Berbagai kajian dan riset akademik dilakukan sebagai dasar argumen Uni Eropa menolak minyak kelapa sawit dan produk turunannya, termasuk kajian soal dampak industri sawit pada lingkungan.

Dengan adanya riset dan kajian yang cukup untuk membela industri sawit, maka akan tercipta ruang untuk adu pendapat tentang pendapat mana yang lebih tebat. Hal tersebut dinilai membuka peluang masyarakat negara maju yang rasional untuk menerima minyak sawit.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Apindo, Danang Girindrawardana mengungkapkan apresiasi terhadap keberanian pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan. Seruan untuk melakukan balasan kepada Uni Eropa yang mencekal sawit dan produk turunannya lewat retaliasi, dinilai sebagai langkah proteksi.

Dari kalangan pengusaha, ia menjelaskan, kebijakan pemerintah melakukan retaliasi terhadap produk minuman beralkohol dari Eropa pun disambut hangat. Pasalnya pencekalan terhadap sawit sudah cukup mengganggu.

“Pengusaha happy-lah dengan keputusan ini. Kami yakin itu akan baik untuk keseluruhan ekonomi Indonesia,” katanya lagi. (jp)

Laman sebelumnya 1 2 3