Ekonomi

Ekspor Dihambat Perlawanan Indonesia ke Uni Eropa Dinilai Tepat

FaseBerita.ID – Langkah Indonesia dan sejumlah negara ASEAN yang menyerukan tindakan balasan atau retaliasi atas diskriminasi perdagangan yang dilakukan Uni Eropa dinilai sebagai langkah positif.

Langkah yang juga digagas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan beberapa menteri perdagangan ASEAN itu dinilai tepat untuk melindungi kepentingan ekonomi Indonesia dan negara Asia Tenggara.

“Saya setuju ada retaliasi terhadap upaya Uni Eropa menghambat produk-produk dari Indonesia,” ujar pengamat ekonomi dari INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Eko Listiyanto di Jakarta, Minggu (28/4).

Sebelumnya diberitakan Mendag Enggartiasto Lukita menyerukan langkah retalisasi atas kebijakan proteksionisme Uni Eropa yang dipandang diskriminatif terhadap beberapa produk asal Asia Tenggara.

Produk tersebut yakni minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil) yang merupakan komoditas asal Indonesia dan Malaysia. Uni Eropa mendiskriminasi crude palm oil dan turunannya lewat kebijakan Renewable Energy Directive (RED) II dan Indirect Land Use Change (ILUC).

Produk lain yang mendapatkan diskriminasi adalah beras dari Myanmar dan Kamboja. Uni Eropa memberlakukan special safeguard untuk beras yang diproduksi kedua negara tersebut. Sedangkan, aturan tersebut tak berlaku bagi beras dari negara lain.

1 2 3Laman berikutnya