Ekonomi

Edhi Rahmanto Dikukuhkan jadi Kepala Perwakilan BI Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi mengukuhkan Edhi Rahmanto Hidayat sebagai Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Jumat (4/10/2019) di Lantai V Gedung Perwakilan BI Siantar.

Pengukuhan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur BI Perry Warjiyo, 9 Juli 2019 lalu. Edhi sendiri diangkat menjadi Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar menggantikan Elly Tjan yang sebelumnya sudah 5 tahun lebih bertugas di Pematangsiantar.

Dalam acara yang digelar sejak pukul 09.30 WIB tersebut, Rosmaya Hadi memimpin serah terima jabatan (sertijab) dari Elly Tjan kepada Edhi Rahmanto Hidayat. Sedangkan Elly Tjan saat ini dipercaya menduduki salah satu analis di kantor pusat BI di Jakarta.

Pengukuhan disaksikan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, sejumlah pejabat BI yang ada di Sumatera Utara, Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Frans Kisin Panjaitan, dan lainnya.

Walikota Pematangsiantar hefriansyah berharap, Edhi Rahmanto Hidayat mampu dan lebih gesit dari pendahulunya, Elly Tjan. Menurut Hefriansyah, meski Elly Tjan terkesan cerewet, namun hal itu ia pahami sebagai wujud membangun kebersamaan, guna menjaga inflasi di daerah.

Sementara Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi dalam sambutannya memaparkan tentang sejumlah hal yang berhubungan dengan kinerja BI. Seperti tingkat inflasi secara nasional, regional Sumut, dan Pematangsiantar.

“Mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan serta mendukung inklusi keuangan,” kata Rosmaya Hadi.

Dia juga membeberkan tingkat inflasi nasional yang masih terjaga. Bahkan ia mengaku salut terhadap tingkat inflasi di Kota Pematangsiantar yang selama ini aman dan nyaman.

“Kalau inflasi di Kota Pematangsiantar tetap aman,” ungkap Rosmaya Hadi di hadapan para undangan.

Wanita berkulit putih ini juga sepakat dengan apa yang disampaikan hefriansyah, yakni Edhi harus mampu lebih baik lagi dalam memimpin Perwakilan BI Pematangsiantar.

Ditemui selepas acara pengukuhan, Rosmaya Hadi memaparkan fenomena peredaran uang dan jumlah simpanan uang di Indonesia. Menurutnya, peredaran uang di Indonesia cukup banyak. Namun, jumlah simpanan uang di perbankkan cukup rendah.

“Ini agak unik ya. Uang banyak beredar. Tapi simpanan rendah,” ujarnya.

Hal itu dikarenakan masih banyak warga yang menarik uang, namun tidak menyimpannya ke bank. Melainkan, masyarakat lebih memilih memerhatikan perkembangan situasi terlebih dahulu.

“Dari sini bisa kita lihat, simpanan Dana Pihak Ketiga (DPK) masih rendah,” ucapnya.

Apalagi ditahun 2020 nanti, sambungnya, perbankkan diharapkan mampu mendapatkan simpanan dana pihak ketiga (DPK) hingga mencapai 7 sampai 9 persen.

Meski begitu, Rosmaya memastikan, perekonomian Indonesia masih tetap stabil. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,25 persen.

Dengan begitu, masyarakat diharapkan tak perlu ragu, serta diminta segera memulai usahanya. Karena perekonomian masih terjaga.

“Sebab, banyak negara yang tidak memiliki kepastian. Namun Indoensia, perekonomiannya masih stabil,” sebutnya. (des)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button