Ekonomi

Dorong Pertumbuhan UMKM, Dosen Unimed Salurkan Alat Bantu Pembuatan Opak

FaseBerita.ID – Dorong pertumbuhan dan perkembang UMKM, Tim Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) memberikan bantuan peralatan produksi pembuatan opak bagi pelaku usaha di Desa Pasar Pangururan Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, 12-13 September 2020.

Bantuan dalam kegiatan pengabdian ini, memberikan bantuan berupa mesin penggiling dan alat pendukung lainnya. Alat-alat ini diharapkan dapat memberi kemudahan proses produksi opak singkong, sehingga dapat menambah peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.

Bantuan peralatan produksi yang diberikan kepada masyarakat yakni berupa mesin pemarut singkong dan alat bantu produksi lainnya seperti kwali, baskom stailess dan beberapa alat penggorengan. Selain itu tim dosen Unimed juga akan mendampingi penerapan manajemen selama 3 bulan kedepan dan nantinya akan diadakan evaluasi secara berkala.

Tim pelaksana progran pengabdian ini, yaitu Janter P. Simanjuntak, ST. MT. PhD sebagai ketua, Dr. Dina sarah Syareza, SE. MM dan Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd sebagai anggota, serta Bisrul Hapis Tambunan, ST. MT yang selama ini dikenal sebagai Penggiat “UKM Naik Kelas” yang dalam kegiatan ini menjadi Instruktur Mekanisasi UKM Unimed.

Menurut Ketia Tim Janter P. Simanjuntak, sebelum pelaksanaan program ini yakni pada tanggal 7-9 maret 2020, Tim telah melakukan survey dan diskusi dengan Nantogi Sinaga selaku pemilik UKM (Mitra), dari hasil diskusi di dapat berupa permasalahan atau keluhan yang di hadapi Ibu Nantogi Sinaga yaitu Proses pemarutan Singkong yang masih menggunakan Pemarut Kelapa yang sangat membahayakan pekrja (Mitra).

“Oleh karena itu mitra sangat berharap adanya bantuan mesin Pemarut Ubi. Kemasan produk yang digunakan titra masih polos sehingga tidak menarik dan tidak kedap udara. Pengetahuan dan keterampilan mitra dalam penerapan manajemen usaha yang masih rendah sehingga perlu ditingkatkan, terutama dibidang proses produksi, administrasi dan pembukuan. Mitra sangat berharap adanya pendampingan dalam penerapan manajemen,” jelas Jenter, Rabu (23/9).

Dengan adanya program ini diharapkan UKM Opak singkong yang di kelola Ibu Nantogi Sinaga, bisa survive bahkan berkembang ditengah pandemi Covid-19 ini. Menurut Bisrul hapis Tambunan selaku instruktur, UKM dapat berkembang dan meningkat pendapatannya dapat di ukur dari, peningkatan kapasitas produksi.

“Peningkatan omset, diversifikasi produk dan perluasan pasar, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan pemilik dan karyawan UKM itu sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Nantogi Sinaga selaku pemilik UKM opak singkok, mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dan pembinaan yang dilakukan oleh tim dosen Unimed, Semoga ilmu dan bantuan mesin serta alat pendukung yang diberikan kepada mereka.

“Hal ini dapat kami manfaatkan sebaik-baiknya dan dapat mempermudah proses pengolahan dan proses produksi opak singkong usaha kami ini. Terima kasih pak Rektor Unimed, terima kasih LPPM dan tim dosen, semoga Unimed terus maju dan hadir memberikan solusi terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya. (smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button