Ekonomi

Diduga Pengaruh Wabah Virus Corona Harga Gula Naik Siginifikan

FaseBerita.ID – Beberpa pekan terakhir, sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Selain harga tinggi, keberadaan sembako seperti gula sudah mulai langka.

Sejumlah pedagang di Pasar Horas mengakui kalau harga gula mengalami kenaikan harga yang signifikan. Selain gula, barang lainnya juga mengalami hal yang sama, seperti jahe biasa dan jahe merah, jeruk nipis.

Menurut pengakuan pedagang, kenaikan harga ini terjadi ketika virus corona yang merebak di sejumlah negara termasuk negara di Indonesia.

“Dalam seminggu ini harga gula sudah mencapai Rp17 ribu per Kilo. Padahal harga normalnya masih di kisaran Rp13 ribu. Hal ini kemungkinan terjadi lantaran pasokan gula impor dari pedagang besar terhenti. Sehingga stoknya di daerah ini mengalami kelangkaan dan menimbulkan kenaikan harga,” ujar Roniko Simbolon salah seorang pedang di Pasar Horas kepada media ini, Selasa (10/3).

Menurut Roniko, sebelum merebaknya virus corona ini, pasokan gula dan barang lainnya masih lancar dan tidak ada kenaikan harga yang signifikan.

Kemungkinan harga gula juga akan terus melonjak jika pasokannya tidak ada.

“Apalagi pada bulan Ramadan nanti kebutuhan gula pasti semakin meningkat, sehingga jika stoknya tidak cukup. Bisa jadi menyebabkan harga gula di Kota Siantar ini semakin melambung,” ujarnya.

Hal senada dibenarkan Suprianto (36), pedagang kelontong lainnya. Ia mengatakan, sudah dua pekan ini pasokan gula impor tidak masuk ke Pasar Horas. Akibatnya, stok gula di tangan pedagang sudah menipis.

“Sekarang ini rata-rata stok gula di tangan pedagang cukup hanya untuk dua minggu ke depan. Jika sampai akhir bulan tidak ada pasokan gula impor, dipastikan gula akan mengalami kelangkaan dan harganya bisa melonjak lagi dari sekarang,” ujarnya.

Terpisah, Boru Manalu pedagang rempah-rempah saat diwawancarai mengatakan, ada beberapa barang mengalaminya kenaikan secara signifikan dan barangnya kosong. Seperti jahe biasa, jahe merah, jeruk nipis, kapulaga dan Bunga lawang.

“Jahe biasa yang harga biasa nya Rp22 ribu kini mencapai harga Rp40 ribu per kilo. Jahe merah yang biasanya harganya Rp25 ribu per kilo kini mencapai Rp50 ribu per kilo. Jeruk nipis yang harga biasanya Rp11 ribu per kilo kini harganya Rp20 ribu per kilo. Kapulaga yang harga biasanya Rp200 ribu per kilo kini menjadi Rp300 ribu per kilo. Dan bunga lawang yang harga biasanya Rp180 ribu per kilo kini menjadi Rp280 ribu per kilo,” ujarnya.

Meski demikian, pedagang tidak mengetahui persis penyebab tidak lancarnya pasokan gula impor ke Pasar Horas.

“Info yang kami terima, terhambatnya pasokan gula impor ke Pasar Horas, karena dampak merebaknya virus corona. Kapal asing yang membawa gula impor dibatasi masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Para pedagang berharap Pemko Kota Pematangsiantar melalui Disperindag agar segera mengatasi kelangkaan gula di daerah ini.

Kabag Perekonomian Pematangsiantar Pardamean Manurung mengatakan, kondisi kenaikan harga gula ini juga dialami oleh sejumlah daerah di Sumatra Utara. Ia juga sudah berkoordinasi dengan Bulog Pematangsiantar dan PD Pasar Horas Jaya mengikuti perkembangan terbaru harga gula.

“Kami, Rabu (4/3) lalu telah rapat bersama Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID). Kondisinya memang tiap daerah di Sumut harga gula maupun sembako alami kenaikan. Waktu kami rapat itu harga gula masih Rp14.500,” ujar Mean.

Mean mengatakan harga normal untuk gula adalah Rp13.000/kg. Kondisi ini mengalami kenaikan dari akhir tahun 2019 yang sempat relatif terjangkau, karena berada di angka Rp10.700/kg. Dia juga enggan memastikan seluruh daerah di Indonesia mengalami hal serupa. Ia juga tak berani memastikan hal tersebut diakibatkan wabah Virus Corona yang mengganggu import gula oleh Bulog beberapa bulan terakhir.

“Penyebab kaitan dengan Virus Corona tidak ada. Stok terbatas. Ilustrasinya begini, misalkan konsumsi gula 10 kg perhari di Siantar tapi supply-nya kurang dari 10 kg per hari. Maka akibat pengurangan itu, hukum dagang berlaku. Ada yang bisa bayar lebih mahal, itu lah yang duluan,” katanya.

Pemko Pematangsiantar telah mengkonfirmasi ke Bank Indonesia, Bulog dan sejumlah agen gula di Pematangsiantar.

“Konfirmasi dari BI, ada gangguan Impor. Dari agen katanya supply impor kurang otomatis. Kemudian dari Kepala Bulog Siantar tidak ada stok gula maupun sembako lainnya di gudang. Padahal mereka penyeimbang,” ujarnya.

“Untuk langkah penanggulangan, kita menunggu arahan dari pemerintah pusat. Soalnya kita tidak punya kilang gula untuk bantu menyeimbangkan harga ke level normal,” pungkasnya. (mag 04/pra)

Teks foto : Pedagang sembako di Pasar Horas Pematangsiantar.

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close