Ekonomi

Di Siantar, Harga Ayam Potong Melonjak Naik: Rp42 Ribu per Kg

FaseBerita.ID – Setelah sempat anjlok, harga daging ayam di Kota Pematangsiantar, melonjak naik. Kenaikan harga bahkan mencapai 45 persen.

Seperti di Pasar Dwikora dan Pasar Horas, Rabu (3/6) harga ayam potong mencapai Rp42 ribu per kg. Padahal sebelumnya selama bulan ramadan ayam potong masih berada di angka Rp21 ribu hingga Rp22 ribu.

Namun, beberapa hari menjelang hari Raya Idul Fitri, harga perlahan mulai naik dan berada di posisi Rp35 ribu per kg. Hingga kemudian, Rabu (3/6) harga ayam potong mencapai Rp42 ribu per kg.

Adi, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Horas membenarkan kenaikan harga ayam tersebut.

Ia menduga, kenaikan itu dipicu akibat pasokan berkurang, sementara daya beli masyarakat masih tinggi.

“Yang kami tau, pasokan lagi kosong. Sementara pembeli masih tinggi. Yang kami lihat, masyarakat lebih dominan membeli daging ketimbang ikan,” kata Adi.

Hal senada disampaikan Ani, pedagang ayam lainnya. Dia mengakui, akibat kekosongan pasokan tersebut, pihaknya terpaksa menjual ayam yang bobotnya masih kecil-kecil.

Sementara Rodearni Purba mengaku bingung apabila harga daging ayam mulai merangkak naik. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, semua serba sulit.

“Sulit membaginya. Apalagi seperti saya yang buka rumah makan. Gimana mau menjualnya. Kalau potongan dikurangi, pelanggan saya pasti komplin. Sementara kalau harga dinaikkan, mereka juga komplain. Apalagi di tengah kondisi seperti sekarang. Selain itu, peminat daging ayam juga masih banyak ketimbang menu lainnya seperti ikan,” jelasnya.

Sementara dari sisi pembeli, seorang ibu mengatakan ketika masih ramadan ia sempat membeli ayam potong di harga Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kg.

“Kita pusing ini, harga ayam potong naik dari hari ke hari. Aku dagang makan, bahan pokoknya ya ayam potong ini. Kalau harga dinaikkan, pelanggan malah ga mau beli lah,” kata seorang ibu pembeli ayam potong. (ros/des)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker