Ekonomi

Covid-19 Gelombang Kedua Muncul, Harga Logam Mulia ke USD 1.704

FaseBerita.ID – Harga logam mulia emas pada awal pekan ini bertahan di atas level kunci USD 1.700 per ounce didorong oleh gelombang baru infeksi virus korona di beberapa negara. Investasi berisiko rendah tersebut tetap menjadi incaran meskipun ekuitas dan dolar AS menguat.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.704,26 per ounce pada pukul 08.00 WIB. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat turun 0,4 persen menjadi USD 1.707,70 per ounce.

Seperti diketahui, Kepala Dana Moneter Internasional pada akhir pekan lalu, memberi sinyal kemungkinan revisi perkiraan ekonomi global. Dia pun memperingatkan Amerika Serikat dan Tiongkok agar tidak memanaskan kembali perang dagang yang dapat melemahkan pemulihan dari pandemi tersebut.

Presiden Donald Trump, mengaku dirinya dilema terkait apakah kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok Fase 1 akan berakhir. Itu hanya beberapa jam setelah para pejabat dari kedua negara tersebut berjanji untuk terus bergerak dengan menerapkannya meski ada kehancuran ekonomi dari pandemi virus korona.

Kemudian, dolar dan saham Asia menguat karena investor melihat lebih banyak negara mengaktifkan kembali ekonomi mereka, meskipun ketika beberapa di antaranya melaporkan kenaikan kasus virus korona.

Sementara logam mulia lainnya, seperti palladium naik 0,7 persen menjadi USD 1.895,21 per ounce, platinum menguat 0,7 persen menjadi USD 770,66 per ounce, dan perak meningkat 0,4 persen menjadi USD 15,51 per ounce.

Mengutip laman resminya, harga logam mulia batangan Antam hari ini, Senin (11/5) stagnan di level Rp 911.000 per gram. Sehingga, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini juga stagnan alias tak berubah di level Rp 812.000 per gram. (int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button