Ekonomi

Cicilan Rumah Syariah: Tanpa Denda, Tanpa Riba dan Tanpa Sita

FaseBerita.ID – Properti syariah menawarkan sejumlah keuntungan untuk masyarakat yang ingin mendapatkan rumah impian.

Praktisi Developer Properti Syariah (DPS) Amin menjelaskan setiap rumah yang berkonsep syariah akan memberikan kemudahan dan keadilan. Misalnya developer menerapkan skema tanpa denda serta tanpa sita.

“Kalau ada yang belum bayar tidak kami denda, dan kalau menunggak tidak kami sita. Tapi sekarang rasio pembiayaan macet kami kecil sekali tidak sampai 1/2%,” kata.

Kemudian, untuk para pembeli yang tidak mampu membayar cicilan karena alasan mendesak, bisa membicarakan langsung kepada pengembang. Hal ini bertujuan agar kedua belah pihak mendapatkan solusi yang terbaik.

Dalam proses pencarian solusi, biasanya akan diputuskan seperti penundaan pembayaran atau konsumen meminta bantuan developer untuk membantu proses penjualan rumah yang ia miliki tersebut.

Amin mengungkapkan, developer syariah ini sama sekali tidak melibatkan perbankan baik konvensional maupun syariah. Sehingga akad jual beli hanya terjadi pada konsumen dan developer sebagai penjualnya.

“Karena tanpa bank, kami juga tidak menggunakan BI checking, sekarang SLIK di OJK. Sehingga proses transaksi bisa lebih mudah. Orang yang tidak punya rekam jejak kredit atau tidak punya slip gaji atau rekening bank bisa mengajukan rumah di sini,” jelas dia.

Dalam perumahan syariah, harga dan cicilan sudah ditentukan sejak awal perjanjian. Sehingga cicilan bersifat tetap setiap bulan sampai lunas.

Jadi, jika cicilan awal sebesar Rp 2,5 juta, maka hingga lunas cicilan tetap Rp 2,5 juta. Hal ini karena developer sudah menambahkan margin keuntungan dari harga yang sudah ditetapkan.

Memang, rumah syariah ini biasanya masih indent atau unitnya belum tersedia. Namun developer memastikan rumah akan sudah terbangun dalam waktu dua tahun.

“Jika rumah tidak terbangun dalam waktu 2 tahun, konsumen berhak menuntut developer, semuanya ada di perjanjian,” jelas dia.

Perumahan syariah ini juga tidak menggunakan sistem pinalti untuk pelunasan di awal.

“Jadi kalau ada yang mau melunasi lebih cepat ya boleh saja, tidak ada pinalti, justru kita beri diskon karena lebih cepat,” ujarnya.

Marketing DAV Properti Syariah, Indra mengungkapkan dalam bermuamalah tentunya harus sesuai dengan Syariat Islam agar hidup kita berkah. Demikian juga dalam hal jual beli rumah harus dengan skema pembayaran sesuai Syariat Islam.

“Property Syariah secara umum mempunyai 7 Prinsip dalam bermualat yang Insyaallah sesuai Syariat Islam,” ujarnya.

Kemudian, gaya hidup halal semakin tumbuh dan berkembang di masyarakat. Hal ini menandakan bahwa masyarakat mulai menerapkan Gaya Hidup Halal dalam kehidupan sehari-hari.

“Oleh karena itu Developer Property Syariah ikut serta dalam mengembangkan gaya hidup halal dengan menyediakan Rumah dengan Skema pembayaran sesuai Syariat Islam,” jelasnya.

Mau Punya Rumah Tanpa Riba? Bisa Kok

Memiliki rumah impian memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari mengumpulkan uang kemudian membeli secara cash keras, membangun dengan cara mencicil peralatan, mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), hingga cicilan secara syariah alias tanpa riba.

Yes, tanpa riba. Saat ini sudah banyak pilihan jika ingin memiliki rumah tanpa riba atau secara syariah. Bagaimana ya caranya?

KPR di Bank Syariah

Mengajukan pembiayaan perumahan di bank syariah sudah menjadi hal yang umum. Ada sejumlah akad yang digunakan untuk proses pemilikan rumah ini.

Mulai dari akad Murabahah hingga Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). Kepala unit usaha syariah PT Bank OCBC NISP Koko T Rahmadi mengungkapkan mengambil pembiayaan perumahan secara syariah bisa dilakukan oleh semua orang yang sudah memenuhi persyaratan bank.

“Kalau yang syariah itu ada akad yang menggunakan margin fix hingga akhir periode pelunasan. Jadi tidak mengikuti bunga di pasaran,” kata Koko kepada detikcom akhir pekan ini.

Selain OCBC NISP, di BCA Syariah menawarkan pembiayaan perumahan dengan kepastian angsuran hingga pembiayaan berakhir. Selain itu juga ditawarkan margin berjenjang yakni margin awal lebih rendah dan bertambah besar secara bertahap.

Selanjutnya, jangka waktu yang ditawarkan oleh bank syariah juga lebih panjang. Sehingga nasabah bisa menyesuaikan dengan kemampuan bayar yang dimiliki.

Lalu, bagaimana lagi cara lainnya bangun rumah tanpa riba?

Developer Syariah

Pengembang atau developer syariah saat ini sudah mulai ramai di kalangan pengembang perumahan. Developer syariah menawarkan konsep rumah tanpa riba dan tidak mendapatkan pendanaan dari perbankan.

Salah satu pengembang dan praktisi perumahan syariah, Amin menjelaskan memiliki rumah tanpa riba sudah menjadi keinginan orang-orang yang sudah berhijrah.

Karena itu Developer Properti Syariah (DPS) menyediakan kemudahan agar masyarakat bisa lebih mudah dalam memiliki hunian. Hal ini karena, DPS juga memberikan syarat yang mudah untuk calon pembeli.

“Kami menerima orang-orang yang berpenghasilan tapi tidak punya slip gaji, seperti pedagang-pedagang di pasar. Mereka penghasilannya banyak, tapi tidak ada pencatatan kan, mereka susah masuk ke bank,” ujar Amin kepada detikcom.

Rumah syariah tanpa riba ini memiliki harga yang tidak jauh berbeda dengan rumah pada umumnya. Hanya saja prinsip-prinsip syariah yang ditawarkan sesuai dengan konsep islam.

Membangun Sendiri

Bangun rumah sendiri tanpa bantuan bank, gaji pas-pasan, tanpa bantuan dari siapapun kedengarannya memang sulit. Tapi Ira Rahmawati bisa melakukan hal tersebut.

Ia berhasil membangun rumah impiannya dengan cara mencicil pembangunan.

“Jadi begini, saya memang kepengin punya rumah sendiri. Akhirnya memutuskan untuk oke deh bangun dulu. Jadi gaji, saya cukup-cukupin untuk biaya hidup dan sisanya saya belikan bahan bangunan,” ujar Ira.

Dia mengaku, saat membangun rumah, ia harus rela menahan keinginannya untuk tidak beli sepatu, beli pakaian atau barang lain yang ia inginkan. Ia hanya fokus pada rumahnya yang saat itu sedang ia bangun.

Akhirnya selama tiga tahun, Ira berhasil membangun rumah 6 kamar dari hasil jerih payahnya selama ini.

“Banyak juga sih yang komentarin, kok rumahnya nggak jadi-jadi, lama banget. Padahal ya mau gimana, saya kan usaha sendiri tanpa bantuan siapapun. Tapi pas sudah jadi, rasanya lega banget. Seperti semuanya terbayar lunas, bahagia,” jelas dia. (dtc/int)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker