Ekonomi

Bungaran Saragih: Koperasi Tani Mandiri Harus jadi Contoh Suksesnya PSR Sumut

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Ketua Koperasi Tani Mandiri sekaligus Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Simalungun KM Purba mengapresiasi dukungan Bungaran Saragih dalam mensukseskan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Simalungun.

KM Purba mengatakan, Apkasindo Kabupaten Simalungun dan Petani Kelapa Sawit (PKS) Tani Mandiri mengapresiasi kunjungan Bungaran Saragih yang melihat langsung proses Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Simalungun.

“Menteri Pertanian pada Kabinet Gotong Royong ini telah banyak memberikan masukan, saran dan pengalaman untuk mensukseskan PSR di Kabupaten Simalungun. Pada pertemuan itu juga hadir Ketua Apkasindo Sumut Gus Dalhari Harahap,” jelas KM Purba, Jumat (27/12).

Sebagai Ketua Apkasindo Simalungun, KM Purba berupaya dan wajib mensukseskan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) khususnya ke Anggota Petani Sawit supaya berhasil dan tepat sasaran melalui pendampingan petani anggota apkasindo.

“Petani Kelapa Sawit di Simalungun yang tergabung Apkasindo dan Koperasi Tani Mandiri diharapkan menjadi role model atau contoh dalam mensukseskan program PSR,” tegasnya.

Untuk Kabupaten Simalungun, program Peremajaan Sawit Rakyat seluas 166 hektare. Lahan sawit yang diremajakan atau direplanting tersebut adalah milik Kelompok Tani Koperasi Tani Mandiri.

Bungaran Saragih dalam pertemuan dengan petani berharap program PSR yang merupakan bantuan dari pemerintah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat terutama untuk meningkatkan produksi kepala sawit rakyat dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan  penanaman kembali (replanting) saya harapkan dapat meningkatkan produksi sawit dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia  sekaligus Ketua PASPI tersebut.

Bungaran Saragih berharap agar tahun depan bantuan dari pemerintah untuk PSR dapat meningkat. Pemerintah sudah meminta Pemerintah Pusat melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) agar memberikan lebih banyak dana replanting kepada petani sawit yang saat ini sebesar Rp25 juta per hektar.

“Harapannya hasil sawit Kelompok Tani Koperasi Tani Mandiri bisa menyamai hasil panen perkebunan yang ditargetkan 30 ton per hektare per tahun untuk tanaman berumur 4 tahun,” ujarnya. (rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button