Ekonomi

Bisnis Lidi, Penopang Ekonomi yang Tak Mati di Tengah Pandemi

FaseBerita.ID – Dunia industri sedang lesu dihantam pandemic covid-19, banyak pelaku usaha terpuruk karena tidak dapat bertahan di tengah hantaman ekonomi global. Namun adapula yang tetap eksis dan sama sekali tidak terpengaruh isu global Covid-19. Omset tetap lancar dan kerap mendapatkan keuntungan.

Salah satunya bisnis sapu lidi yang peminatnya tidak pernah habis untuk keperluan sehari hari. Sunardi, misalnya merupakan salah satu pengusaha lidi asal Asahan sudah tiga tahun terakhir menekuni usahanya.

Berawal hanya coba-coba, bisnis pengiriman sapu lidi tersebut kini semakin maju pesat karena banyaknya permintaan bahkan hingga negara negara di Asia seperti Cina, India.

“Kalau permintaan lumayan setiap saat ada saja. Kita biasa kirim ke negara-negara seperti Cina, India dengan pengangkutan kapal,” ujarnya saat berbincang bersama wartawan, Minggu (15/11).

Setiap pengiriman ia mengaku bisa beromset hingga belasan ton penjualan ke manca negara. Pemesanan atas sapu lidi sangat banyak, bahkan kendalanya barang banyak yang menumpuk di gudang miliknya. Dikarenakan, barang tidak bisa diangkut sebab kapal tidak ada. Bahan baku utama lidi-lidi yang diekspor ini merupakan lidi dari kelapa sawit.

Dengan alasan, lebih mudah didapatkan dan lebih awet dibandingkan lidi pohon kelapa. Ia pun mendapatkan dari beberapa agen di Kabupaten Batubara dan Labuhanbatu.

“Kalau sekarang apalagi masa covid ini banyak orang butuh uang. Makanya banyak yang cari lidi sawit ini gak akan habis kita tak pernah kekurangan stok,“ ujarnya.

Ada pula, lidi ini yang sampai di luar negeri biasanya di oleh dan dianyam menjadi berbagai barang kebutuhan sehari-hari, seperti tikar, piring, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Namun, yang paling utama adalah membuat sapu.

Apalagi dipenghujung tahun begini pada negara yang mendapat musim dingin. Sapu lidi tersebut sangat berguna membersihkan salju yang menumpuk, terutama yang berada di atap rumah masyarakat di negara tersebut.

Bicara keuntungan, ia pun tidak bisa menyebutkan berapa yang ia dapatkan dari penjualan sapu lidi itu. Hanya saja, usaha yang ia tekuni tersebut dapat menutupi semua kebutuhan keluarga hingga biaya-biaya penggeluran pada bisnisnya tersebut.

Dia berharap, bisnis yang ditekuninya tersebut dapat lebih berkembang lagi, dan ekspor sapu lidi tersebut bisa lebih mendatangkan nilai tambah bagi masyarakat di masa pandemic Covid-19 ini. (per/fi)

iklan usi