Ekonomi

Bidik Pembeli Rumah di Tengah Pandemi, BTN Gelar Virtual Property Expo

FaseBerita.ID – Di tengah pandemi, minat masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas KPR (kredit pemilikan rumah) untuk membeli rumah tetap tinggi. Memenuhi kebutuhan calon konsumen yang akan membeli hunian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar pameran perumahan virtual.

Dirut BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan di tengah tekanan pandemi, sektor perumahan mencatatkan pertumbuhan mencapai 2% pada triwulan III/2020. Tahun depan, sektor perumahan bahkan menjadi salah satu andalan pemerintah menggerakan perekonoian dimana pertumbuhan ekonomi ditargetkan bisa tumbuh sekitar 5 persen.

“Peluang sektor properti untuk tumbuh masih besar di tengah angka backlog yang tinggi. Melalui virtual expo ini, kami memberikan kemudahan akses bagi masyarakat berpenghasilan tetap dan tidak tetap untuk memiliki rumah secara online dengan bunga KPR [Kredit Pemilikan Rumah] murah di masa pandemi Covid-19,” jelas Pahala dalam keterangannya di sela pembukaan KPR BTN Virtual Expo di Jakarta, Senin (14/12).

Pahala menyebut pameran tersebut juga diselenggarakan untuk mendongkrak kinerja penyaluran kredit perseroan, disamping untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki rumah.

Dalam pameran kali, BTN menggandeng sekitar 75 pengembang. Guna memberikan keringanan bagi calon nasabah, BTN menawarkan bunga sebesar 4,4% fixed selama 1 tahun.

Pahala menuturkan bahwa virtual property expo dengan dukungan layanan serba digital melalui mobile banking merupakan sarana yang Bank BTN siapkan dan menjadi jawaban bagi masyarakat untuk punya rumah dengan mudah melalui Bank BTN.

Hingga Oktober 2020, BTN mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen KPR subsidi. Perseroan mencatatkan KPR Subsidi tumbuh di level 6,09% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp104,46 triliun pada Oktober 2020. BBTN pun tercatat telah menyalurkan KPR non-subsidi senilai Rp71,91 triliun hingga bulan ke sepuluh tahun ini.

Di segmen pembiayaan syariah yang didominasi KPR pun, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,31% yoy menjadi Rp24,56 triliun per Oktober 2020. “Melalui pameran ini, kami harapkan mampu mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan. Kami menargetkan secara keseluruhan kredit akan tumbuh di kisaran 2%-3% pada akhir tahun nanti,” pungkas Pahala. (jp)