Ekonomi

Bidik Dana Rp7,2 Triliun, Softex Indonesia Siap Masuk Bursa

FaseBerita.ID – Perusahaan yang memproduksi pembalut PT Softex Indonesia dengan didukung oleh perusahaan investasi global CVC Capital Partners berencana masuk ke pasar modal Indonesia dengan menerbitkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini, meski belum detail periode waktunya.

Dari IPO tersebut, perusahaan tersebut berencana mengumpulkan dana hingga mencapai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,2 triliun (asumsi kurs Rp 14.400/US$), seperti dikutip sumber Bloomberg dan Dealstreetasia.

Sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan bahwa perusahaan yang beroperasi di Tangerang, Banten itu juga telah bertemu dengan penasihat investasi guna merumuskan skema IPO di Bursa Efek Indonesia agar bisa rampung tahun ini. Menurut sumber tersebut, pembicaraan sedang berlangsung.

Seorang perwakilan di Softex juga mengkonfirmasi kebenaran bahwa perusahaan sedang merencanakan IPO, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Adapun perwakilan CVC menolak berkomentar.

Bloomberg melaporkan, CVC membeli saham minoritas yang signifikan di perusahaan Indonesia ini sejak tahun 2015, yang merupakan investasi keempat perusahaan swasta di Asia Tenggara bagi CVC pada saat itu.

Mengutip dari situs resmi CVC, Softex disebutkan berdiri pada tahun 1941 dan fokus pada produksi dan penjualan produk perawatan pribadi berbasis kertas. Softex juga dinilai memiliki sejarah panjang di Indonesia, mengingat perusahaan mulai menjual pembalut wanita pada tahun 1976 di bawah merek Softex, dan meluncurkan merek popok bayi sendiri pada tahun 1994.

Di Indonesia, Softex mengklaim sebagai pemain ke-2 terbesar di pasar popok bayi dan popok dewasa secara keseluruhan, dan pemain ke-3 terbesar di dunia untuk pasar perawatan wanita. Softex didukung dengan 105 distributor yang mencakup lebih dari 20.000 outlet ritel modern dan lebih dari 100.000 outlet ritel tradisional di seluruh Indonesia.

Adapun CVC adalah perusahaan investasi global yang tersebar di 24 kantor di AS, Europa dan Asia, dengan salah satu basisnya di Luksemburg.

Perusahaan yang didirikan sejak 1981 ini punya asset under management (AUM) atau dana kelolaan saat ini mencapai US$ 75 miliar atau sekitar Rp 1.080 triliun, seperti terungkap dalam profil di situs perusahaan. (cnbc)

Sumber: CNBC Indonesia

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker