Ekonomi

Biar Lebih Aman BRI Dorong Pemakai Kartu Kredit Pakai PIN

FaseBerita.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) mengakselerasi implementasi penggunaan Personal Identification Number (PIN) untuk transaksi Kartu Kredit BRI. Hingga saat ini, tercatat 40% dari pengguna aktif KK BRI telah menggunakan PIN dalam bertransaksi.

“Kami imbau kepada seluruh nasabah yang belum, agar segera menggunakan PIN dalam bertransaksi karena bertransaksi menggunakan PIN memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi daripada menggunakan tanda tangan,” ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo dalam keterangan tertulis, Selasa (21/1).

Hari menjelaskan, hal ini dilakukan menyikapi kebijakan Bank Indonesia (BI) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/2/PBI/2012 yang mewajibkan bank atau penerbit kartu kredit menerapkan sistem keamanan transaksi kartu kredit berupa PIN dan tidak bisa lagi bertransaksi menggunakan tanda tangan. Kebijakan ini berlaku efektif pada 1 Juli 2020.

Lebih lanjut Hari menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap nasabah pemegang KK BRI sejak lama.

“Sosialisasi dan edukasi kami lakukan melalui berbagai macam media komunikasi, seperti SMS blast, media sosial dan website KK BRI serta billing statement,” ujar Hari.

Bagi nasabah yang belum menggunakan PIN dalam bertransaksi, lanjut Hari, bisa menghubungi Call Center BRI 14017 serta melalui sms request melalui nomor telepon seluler yang terdaftar.

“Nasabah juga dapat melakukan aktivasi dan permintaan PIN melalui aplikasi BRI Credit Card Mobile yang tersedia di Play Store dan App Store,” pungkas Hari.

Wajib Pakai PIN Mulai Juli

Pada Juli 2020, kartu kredit diwajibkan untuk menggunakan PIN. Kartu kredit yang masih menggunakan tanda tangan sebagai proses verifikasi tak lagi bisa digunakan untuk melakukan transaksi.

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengungkapkan sesuai dengan peraturan bank sentral dan demi keamanan transaksi kartu kredit harus menggunakan PIN.

“Penggunaan PIN pada kartu kredit memang belum 100%. Karena ketentuannya kan sampai akhir Juni 2020. Jadi kalau setelah itu masih belum pakai PIN maka kartunya nggak bisa dipakai,” kata Steve

Dia mengungkapkan, saat ini memang masih banyak pemegang yang menggunakan tanda tangan sebagai proses verifikasi dan autentikasi dari transaksi tersebut.

Steve menjelaskan kewajiban penggunaan PIN ini sudah sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 16/25/DKSP tanggal 31 Desember 2014.

Mulai 1 Juli 2020, pemegang kartu kredit tidak boleh lagi menggunakan tandatangan sebagai sarana verifikasi dan autentikasi transaksi, kecuali untuk transaksi dengan menggunakan kartu kredit dari Penerbit luar negeri atau transaksi di negara lain yang masih menerapkan verifikasi dan autentikasi dengan tandatangan. (dtc/int)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button