Ekonomi

BI Sibolga Sediakan Rp2,5 T Uang Pecahan untuk Lebaran

FaseBerita.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Sumatera Utara menyediakan uang pecahan sebesar Rp2,5 triliun untuk mengantisipasi penukaran uang baru menyambut Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

Kesiapan dan ketersediaan uang pecahan itu disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Sibolga, Suti Masniari Nasution dalam konferensi pers di Graha Nauli BI Sibolga, Senin (13/5).

Dikatakan Suti, kesiapan BI Sibolga untuk melayani masyarakat dibuktikan dengan adanya kas keliling BI di beberapa lokasi, ditambah lagi layanan di tiga kas titipan BI Sibolga seperti di Pulau Nias, Balige, dan Padangsidimpuan.

BI Sibolga juga sudah mengimbau masing-masing perbankan di 16 kabupaten/kota yang merupakan wilayah kerja BI Sibolga untuk melakukan layanan penukaran uang pecahan.

“Untuk itulah kami sangat mengharapkan publikasi dari teman-teman media agar masyarakat tahu tentang penukaran uang pecahan ini serta lokasi dan waktunya. Dengan demikian masyarakat yang akan menukarkan uang pecahan sebagai tradisi dalam lebaran tidak terkendala,” harap Suti didampingi Junaidy selaku Deputi Kepala Perwakilan BI Sibolga, dan Unggul Guntoro selaku Manajer Unit Pengembangan Ekonomi BI Sibolga.

Ada pun waktu layanan penukaran uang pecahan di Bank Indonesia Sibolga mulai tanggal 6 Mei sampai 29 Mei 2019 pada saat jam kerja. Sedangkan untuk perbankan yang lainnya disesuaikan dengan jadwal kerja masing-masing.

Masih menurut Suti, untuk menyambut lebaran tahun ini BI Sibolga telah memprediksi kebutuhan uang pecahan sebesar Rp1,9 triliun, atau naik sebesar 32 persen dari tahun 2018. Dan sebagai bentuk antisipasi diluar prediksi, BI menyediakan uang kartal Rp2,5 triliun. “Jadi tidak ada alasan karena libur panjang uang cash tidak ada,” tegas Suti.

Melihat meningkatkan kebutuhan masyarakat akan uang pecahan baru sambut lebaran di wilayah kerja BI Sibolga, Suti mengakui BI Sibolga telah memprediksinya dengan menyediakan dana sebesar Rp2,5 triliun sebagai antisipasi.

Batasan penukaran uang pecahan yang dapat dilayani setiap harinya maksimal Rp4 juta untuk setiap orang. (ant/int)