Ekonomi

Bank Mandiri Perkuat Bisnis di Wilayah Sumatera

FaseBerita.ID – Bank Mandiri terus memperkuat jaringan untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Salah satunya dengan meresmikan operasional gedung Menara Mandiri di Medan untuk memastikan pengembangan bisnis di wilayah Sumatera Bagian Utara, yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Aceh, Riau dan Kepulauan Riau berjalan dengan baik.

Hingga akhir 2019, Bank Mandiri mencatat total kredit di wilayah ini sebesar Rp 74,7 Triliun atau tumbuh 13,9% (YoY) dibanding tahun sebelumnya. Seiring keinginan untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, Bank Mandiri berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan di wilayah Sumatera Bagian Utara sebesar 2,4%.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Yusup Ansori, mengatakan, OJK mendukung beroperasinya Menara Mandiri tersebut. Terlebih, Bank Mandiri memiliki kontribusi yang besar terhadap perbankan di Sumatra Utara (Sumut).

“Hingga akhir Desember 2019, kontribusi aset Bank Mandiri terhadap aset perbankan di Sumut mencapai 20,45%. Sedangkan kontribusi penyaluran kredit sekitar 23,2% dan kontribusi dana pihak ketiga (DPK) terhadap total DPK perbankan di Sumut sekitar 13,24%,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam peresmian Menara Mandiri di Jalan Pulau Pinang No. 2 Medan, Jumat (31/1) kemarin.

Yusup mengatakan, OJK Regional 5 Sumbagut berharap kontribusi yang diberikan Bank Mandiri dapat ditingkatkan lagi, mengingat besarnya potensi ekonomi di Sumut. Yusup juga mengapresiasi penampilan Menara Mandiri yang dibangun dengan konsep milenial, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu ikon di Sumut, khususnya di Medan.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dalam sambutannya saat peresmian gedung Menara Mandiri Medan mengatakan bahwa pengoperasian gedung Menara Mandiri di Medan ini, merupakan salah satu bentuk konsistensi Bank Mandiri meraih pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dalam ekspansi serta inovasi layanan.

“Selain memperkuat inovasi layanan melalui pengembangan digital banking, kami juga terus memperkuat kehadiran kami di masyarakat, yang salah satunya melalui pengoperasian gedung regional ini,” kata Royke Tumilaar.

Menurut Regional CEO Bank Mandiri Sumatera I, Wono Budi Tjahyono menjelaskan bahwa portofolio perseroan (bank only) di wilayah Sumbagut, terutama di segmen segmen retail sebesar Rp 21,95 triliun, tumbuh 15,2 % secara tahunan. Adapun segmen korporasi mencapai Rp 52,71 triliun, sementara kredit mikro dan konsumer masing-masing sebesar Rp 13,18 triliun dan Rp 3,43 triliun.

“Seiring keinginan perseroan mengoptimalkan fungsi intermediasi, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi yang signifikan, yakni 86,5 % dari total portofolio. Pada akhir 2019, penyaluran kredit investasi di wilayah Sumbagut tercatat mencapai Rp 32,59 triliun dan kredit modal kerja sebesar Rp 32,16 triliun,”ujar Wono.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sepanjang 2019, total KUR yang disalurkan mencapai Rp 1,74 triliun, tumbuh 66,7 % YoY dengan jumlah penerima sebanyak 19.429 debitur. Dari jumlah tersebut, sebagian besar disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

Tampak hadir pada kesempatan itu Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar, Komisaris Bank Mandiri M. Nasir (mantan Menristekdikti RI), Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional (OJK KR) 5 Sumbagut Yusup Ansori, Direktur Lembaga Jasa Keuangan OJK KR 5 Sumbagut Antonius Ginting, Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MH, Kepala LLDikti Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto, Direktur Utaman PTPN III dan ratusan nasabah prioritas Bank Mandiri. (spg/int)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close