Ekonomi

Asuransi Dorong Digitalisasi Layanan

FaseBerita.ID – Berdasarkan data dari covid19.go.id, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga Selasa (8/9) sebanyak 200.035 pasien. Dari jumlah tersebut, 48.847 pasien Covid-19 berada dalam perawatan, 142.958 pasien sembuh, dan 8.230 pasien meninggal dunia.

Presiden Direktur PT Asuransi Cigna Indonesia Phil Reynolds mengatakan, Cigna memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki asuransi di tengah pandemi. Salah satunya dengan meluncurkan situs punya.cigna.co.id. ”Tujuannya agar masyarakat semakin mudah mengakses perlindungan asuransi yang dibutuhkan sekaligus membayar premi secara digital,” ujarnya melalui keterangan tertulis Rabu (9/10).

Peluncuran situs ini merupakan bagian dari kontribusi Cigna Indonesia untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki perlindungan asuransi. “Di tengah situasi pandemi saat ini kita berupaya memberikan solusi bagi masyarakat agar bisa mendapatkan perlindungan asuransi secara sederhana dan mudah dengan premi yang sangat terjangkau untuk semua kalangan,” tukasnya.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut, Cigna Indonesia memberikan solusi dengan menghadirkan pelayanan lewat situs website yang dapat memberikan layanan secara cepat dan serba mudah. ”Semoga melalui situs ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Kita juga ingin berpartisipasi dalam meningkatkan inklusi keuangan dan asuransi di Indonesia,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia, Akhiz Nasution menambahkan, untuk saat ini, Cigna menyediakan dua produk asuransi lewat situs tersebut, yakni Cigna ProGuard; solusi perlindungan diri dari risiko kecelakaan, dan Cigna ProLife; solusi asuransi jiwa dan perlindungan finansial keluarga.

”Kami menawarkan solusi perlindungan dengan premi mulai dari Rp 7.000 per minggu, dengan manfaat hingga Rp100 juta,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pemilihan produk, pembelian, pembayaran hingga pengiriman polis asuransi dari website Cigna itu dilakukan secara digital. Cigna pun menyediakan sejumlah opsi pembayaran yang dekat dengan masyarakat, mulai dari pembayaran melalui kartu debit, kredit, e-wallet, akun virtual hingga melalui gerai mini market.”Ada cashback hingga 30 persen untuk pembelian hingga 10 Oktober 2020,” tuturnya.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal mengatakan, industri asuransi masih punya prospek bagus di tengah pandemi. Meski demikian, secara year on year pada tahun ini industri asuransi bisa berkontraksi hingga 15 persen. “Pertumbuhan industri asuransi tetap akan terkait dengan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan premi asuransi jiwa pada kuartal II 2020 berkontraksi 10 persen. Begitu juga dengan pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi minus 2,3 persen pada periode yang sama.”Kendati industri asuransi masih penuh tantangan, tapi tahun depan seiring pertumbuhan ekonomi, maka perlahan akan kembali pulih,” kata Fithra.

Prospek tersebut, lanjutnya, muncul dari jenis produk asuransi mikro. Hal itu karena mulai adanya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya proteksi diri, termasuk pada asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

“Masyarakat di tahun 2020 lebih banyak berkutat pada faktor fear. Dan ini bisa dimitigasi dengan hedging dan asuransi,” ungkapnya.

Tak heran, makanya perusahaan-perusahaan asuransi saat ini berlomba-lomba untuk mengembangkan produk asuransi mikronya.”Untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat dalam membeli, asuransi harus terus melakukan inovasi. Misalnya melalui digitalisasi layanan. (jp)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button