Ekonomi

Angsuran Kredit Tetap Berjalan, Nasabah FIF Siantar Diberi Kelonggaran

FaseBerita.ID – Pelaku usaha industri pembiayaan menyambut baik inisiasi pemerintah dalam memberikan relaksasi (kelonggaran) kredit kepada usaha kecil dan pekerja informal yang sedang menjalankan angsuran atau cicilan kereta yang terkena dampak virus corona Covid-19.

Perwakilan Pimpinan Cabang (FIF Group) Kota Siantar Harun dan Doni, Sabtu (28/3) mengatakan pihaknya memang tengah menanti stimulus pemerintah guna menjaga stabilitas industri jasa keuangan nonbank khususnya sektor pembiayaan.

“Kami menanggapinya secara positif karena memang dengan kondisi saat ini pasti ada beberapa segmen konsumen yang penghasilannya turun,” ujarnya.

Harun dan Doni menambahkan, bahwa kelonggaran yang diberikan pada nasabahnya merupakan kelonggaran suku bunga.

“Suku bunga saja, jadikan kalau suku bunga dikurangi, kan nantinya itu ada keringanan dari 30 persen sampai 50 persen,” tukasnya.

Mereka juga menambahkan bahwa biaya angsuran nasabah otomatis semakin mengecil. Serta jangka waktu kreditnya diperpanjang. “Batasnya 1 tahun, jadi ada perpanjangan 3 bulan, perpanjangan 6 bulan, perpanjangan 9 bulan dan paling lama 12 bulan,” tambahnya.

Saat disinggung media ini bagi nasabah seperti apa yang diberlakukan seperti itu. Doni menjelaskan tidak semua berlaku untuk ojek dan pekerja harian saja.

“Jadi mereka tinggal mengajukan permohonan ke kota. Kalau buat PNS, atau apa itu kan nggak mungkin. Karena penghasilan kan sudah berbeda,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, pihak leasing FIF Group mengungkapkan, bahwa mereka mendukung kebijakan pemerintah, terkait corona bagi warga yang terkena dampaknya. Bahkan, pihak lesing FIF Group masih terus menunggu keputusan pasti dari otoritas jasa keuangan (OJK).

“Sambil menunggu keputusan dari OJK tersebut, kami pun saat ini telah berinisiatif sendiri untuk mengeluarkan surat dan membuat kesepakatan antara nasabah dan perusahaan. Sedangkan pemko siantar kita ini masih fokus tangani sakitnya, dan belum fokus ke dampaknya,” tutupnya.

Sementara, salah satu pengemudi ojol kota Siantar, Raju saat dikonfirmasi awak media in perihal kelonggaran kredit mengaku belum mendapatkan arahan dari FIF Grup terkait kebijakan pemerintah.

“Kami belum ada dikasih tau, soal adanya surat peryataan bahwa bagi kami yang pekerja ojol. Akan dilonggarkan pembayaran cicilan kereta. Tapi, kalau memang betul itu akan dibuat, syukur lah. Artinya ada keringanan kami untuk bayar cicilan,” ujarnya. (mag 04)

USI