Ekonomi

5 Komoditas Pertanian Sumut dapat Sertifikasi Ekspor

Difasilitasi Karantina Pertanian Tanjungbalai-Asahan

FaseBerita.ID – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tanjung Balai-Asahan memfasilitasi sertifikasi ekspor lima komoditas hasil perkebunan asal Sumatera Utara (Sumut) melalui Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Teluk Nibung.

Lima komoditas tersebut yakni minyak sawit sebanyak 30,5 ribu ton tujuan Cina, Jordan, Ukraina dan Maroko. Sebanyak 89 ton Kelapa Parut tujuan Uni Emirat Arab, China dan Thailand. Kemudian, 81 ton pinang biji tujuan Thailand, dan 1,2 ton kayu manis tujuan Malaysia.

Komoditas ekspor yang mencapai nilai ekonomi sebesar Rp311,7 miliar ini menjadi bagian dari pelepasan ekspor raya pada Hari Perkebunan Nasional ke-63 Tahun 2020.

“Kami menjamin setiap komoditas yang diberangkatkan sebelumnya dipastikan sehat, aman, dan kami akan terus bantu fasilitasi dan permudah pelayanan ekspor komoditas pertanian Indonesia agar dapat memenuhi persyaratan negara tujuan,” terang Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai-Asahan, Bukhari, Jumat (11/12).

Peringatan Hari Perkebunan Nasional (Harbunnas) dihadiri Menteri Pertanian sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan ad interim, Syahrul Yasin Limpo secara virtual, yang melepas ekspor komoditas sektor perkebunan melalui pelabuhan laut dan bandar udara di 22 unit pelaksana karantina pertanian.

“Hari ini saya bersama Gubernur Jawa Barat dan Bupati Tangerang dan seluruh jajaran Eselon 1 di lingkup Kementerian Pertanian, dan ekspor kita hari ini tidak lain adalah mencoba melakukan optimalisasi berbagai produk sektor pertanian,” kata pria yang biasa di sapa SYL ini saat melepas langsung 26 ton arang kelapa milik PT Chocoal Indonesia menuju Irak di Scientia Square Park, Tangerang.

Menurutnya, Kementan terus mendorong untuk akselerasi ekspor sektor pertanian ke beberapa negara yang ada. Hal ini sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk melakukan pemulihan ekonomi menjadi prioritas di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi di seluruh dunia.

Sebagai informasi, dari 22 pintu ekspor. empat di antaranya disaksikan secara virtual terhubung langsung dengan Menteri Pertanian, yakni Belawan, Pekanbaru, Manado, dan Lampung. Secara total berjumlah 94,9 ribu ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,68 triliun. Ragam komoditas sebanyak 10 jenis seperti kelapa dan turunannya, karet, kopi, kakao, dan pinang dengan 44 negara tujuan antara Cina, Rusia, Lativa, Inggris, dan lainnya.

Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian yang juga mendampingi langsung mentan SYL menambahkan dari rekaman sistem perkarantinaan pertanian IQFAST mencatat komoditas perkebunan yang laris di pasar dunia selain sawit dan produk turunannya, yaitu kelapa, kopi, karet, mede, dan pinang biji.

“Selain itu rempah juga menunjukkan tren permintaan yang cukup tinggi, khususnya di saat musim pandemi ini,” ungkap Jamil.

Dari rilis data BPS sendiri, sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang signifikan pada kuartal 1 tumbuh 2,19 persen dan kuartal 2 tumbuh 2,15 persen (yoy).

“Lebih dari 70 persen ekspor pertanian disumbang oleh sub sektor perkebunan. Ke depan, agar dapat lebih memberikan dampak dan nilai tambah hasil perkebunan ini kita olah dahulu, baru diekspor,” pungkas Jamil. (fabe)

USI