Ekonomi

400 UKM Butuh Stimulus Akibat Pandemi Covid-19

FaseBerita.ID – Sebanyak 400-an Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ditambah 150-an pedagang kecil di Kota Sibolga, terpukul dan kembang kempis karena pandemi Covid-19. Beberapa di antaranya bahkan tutup.

Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Sibolga, Agung Mariani Barus mengatakan bahwa seluruh data UKM dan pedagang kecil yang terdampak Covid-19 di Kota Sibolga ini telah mereka sampaikan kepada Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sibolga.

Seluruhnya berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan oleh Perindag Sibolga sebelumnya, sesuai surat Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemen Perindag) RI kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga.

“Dalam surat kementerian itu meminta kepada Pemko Sibolga melakukan pendataan terhadap industri/UKM dan pedagang kecil yang terdampak Covid-19 di Kota Sibolga,” kata Agung, belum lama ini.

Pihaknya pun, ungkap Agung, saat ini sedang menunggu tindak lanjut penanganan atas laporan mereka tersebut dari Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sibolga. Apakah para pengusaha UKM dan pedagang kecil ini memungkinkan untuk dibantu melalui pemberian stimulus atau seperti apa.

“Karena situasi mereka memang ada yang sampai tutup, omzet mereka menurun, ditambah pasar yang juga menurun,” sebutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengaku akan memberikan perhatian kepada industri/Usaha Kecil Menengah (UKM) serta pedagang kecil yang terdampak Covid-19 di Kota Sibolga. Perhatian bisa berupa pemberian stimulus atau lainnya, yang tujuan untuk menggeliatkan kembali ekonomi masyarakat yang terpukul karena Pandemi Covid-19.

“Namun ini masih harus diteliti oleh Dinas Perindag dan Dinas UKM Kota Sibolga di bawah Koordinator Assisten II Pemko. Apa yang bisa dibantu nantinya, akan dibantu, termasuk terhadap karyawan yang di PHK,” ucap Syarfi kala itu.

Siapkan Dukungan Korban PHK

Sebelumnya Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Ketenagakerjaan Kota Sibolga tengah mempersiapkan dukungan bantuan bagi karyawan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan juga bagi karyawan yang dirumahkan oleh perusahaan atau badan usaha di daerah itu karena dampak Pandemi Covid-19.

Plt Kadis Koperasi, UKM dan Ketenagakerjaan Kota Sibolga Hermanto Harahap mengatakan, dukungan bantuan yang mereka persiapkan tersebut berupa upaya pengusulan nama-nama karyawan korban PHK atau dirumahkan tersebut kepada pemerintah pusat untuk bisa dimasukkan atau didaftarkan sebagai penerima program pelatihan pra kerja.

“Namun tentunya data karyawan korban PHK dan dirumahkan ini akan kita rampungkan terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada kementerian tertentu yang menangani program pelatihan pra kerja ini,” kata Hermanto kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Selain memberikan dukungan bantuan upaya pengusulan sebagai penerima program pelatihan prakerja, sambungnya, pihaknya juga tengah mempersiapkan dukungan bantuan lain berupa pemberian sembako kepada karyawan korban PHK atau dirumahkan ini melalui kementerian koperasi.

“Ini juga sama, data mereka akan kita validasi terlebih dahulu, supaya jangan sampai terjadi tumpang tindih penerimaan bantuan dari pemerintah. Oleh karena itu nantinya, kita akan koordinasi dengan dinas sosial (Dinsos) Sibolga untuk pengecekan data ini,” imbuhnya. (mis)