Ekonomi

Hadirkan Tokoh Nasional, Pemko Sibolga Gelar Seminar Perekonomian

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Guna mencari solusi dalam upaya menggalakkan perekonomian, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga bersama BUMN diantaranya Bank Indonesia, Pelindo I, Bank Sumut dan perusahaan swasta yakni PT Trans Continent menggelar seminar.

Adapun seminar dengan tajuk “Potensi Perekonomian Daerah dengan Menggalakkan Ekspor Melalui Pelabuhan Sibolga” itu digelar di Terminal Pelabuhan Pelindo I Sibolga, Rabu (11/9/2019).

Hadir sebagai narasumber, Rokhmin Dahuri yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Goenaryo, Staf Khusus Kementerian BUMN RI Sahala Lumban Gaol, Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo I Ihsanuddin Usman, Dirut PT Bank Sumut Muchammad Budi Utomo, Dosen Fakultas Ekonomi USU Syafrizal Helmi Situmorang, dan Ketua Kadin Provinsi Sumatera Utara Khairul Mahalli.

Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk dalam sambutannya memaparkan potensi ekspor yang ada di kota Sibolga, Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara, Madina, Kepulauan Nias, Aceh Singkil dan sekitarnya yang potensional menggunakan Pelabuhan Pelindo I Sibolga.

“Terkhusus untuk potensi perikanan Sibolga dan Tapteng menurut catatan dari DKPP hampir mencapai 1,5 juta ton, namun yang baru bisa ditangkap hanya 57 ribu ton pertahun,” beber Syarfi.

Menurutnya, hal itu menandakan bahwa masih banyak potensi perikanan yang belum ditangkap nelayan.

“Perlu saya tegaskan, saya tidak pro terhadap Kapal Pukat Ikan (PI), tetapi saya juga tidak suka kapal PI dimatikan tanpa adanya solusi. Karena potensi perikanan Kota Sibolga luar biasa banyaknya. Saya minta seluruh nelayan dapat memberikan data dan masukan yang menjadi solusi dalam seminar ini,” ujarnya.

Syarfi juga meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi untuk membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait perizinan kapal nelayan di Sibolga.

“Para nelayan kasihan, bolak balik 3 sampai 4 kali ke Medan, ke Jakarta untuk mengurus izin kapal. Ini mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, bahkan para nelayan berhutang untuk itu,” tandasnya. (rb/osi)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close