Bola

PSG vs MU: Misi Comeback

FaseBerita.ID – BEK kiri Manchester United Luke Shaw percaya dengan peluang kelolosan timnya. Namun, Shaw mengingatkan supaya MU jangan sampai kebobolan di awal pertandingan.

MU dihadapkan pada situasi sulit setelah dikalahkan Paris St Germain 0-2 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Itu artinya, untuk maju ke perempatfinal MU akan butuh kemenangan dengan selisih tiga gol saat melawat ke Parc des Princes, Kamis (7/3) dinihari.

Jelang duel krusial itu, MU mendapatkan suntikan moral usai berhasil comeback untuk mengalahkan Southampton 3-2 di akhir pekan lalu.

Shaw sadar betul bahwa MU mesti tampil sempurna untuk bisa membalikkan keadaan. Demi meraih hasil yang diharapkan, MU mesti mencetak gol secepatnya.

“Aku tahu kami tertinggal 0-2, tapi kami sangat positif dan sangat percaya diri. Kami harus memperlihatkan sesuatu yang istimewa, tapi aku merasa kami bisa kok melakukan itu. Aku sangat positif bahwa kami bisa tampil di sana dan mendapatkan kemenangan lalu lolos ke babak berikutnya,” cetus Shaw dilansir dari Manutd.com.

“Hal terpentingnya adalah kami harus mamastikan kami tidak kebobolan, terutama di awal. Aku merasa kalau kami mendapatkan satu gol, maka pertandingannya akan sepenuhnya berbeda. Mereka akan merasakannya, dan mungkin saja akan sepenuhnya mengubah pertandingan.”

“Waktu pertandingannya lama, 90 menit, dan Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi kalau kami mendapatkan gol cepat dan kepercayan diri kami akan tumbuh ke level yang jauh lebih tinggi,” simpul pesepakbola Inggris itu.

Kemasukan dua gol bukan satu-satunya ujian besar bagi MU di kandang PSG. Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer tersebut juga kehilangan 10 pemainnya, termasuk pilar-pilar macam Anthony Martial, Nemanja Matic, Ander Herrera, dan Paul Pogba.

Tantangan Besar

Misi comeback Manchester United menghadapi tantangan besar di markas Paris St Germain. Meski demikian, MU dibekali catatan laga-laga tandang yang impresif.

MU akan melawat ke Parc des Princes untuk melakoni laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (7/3) dinihari. Setan Merah sementara tertinggal 0-2, usai kalah di leg pertama di Old Trafford tiga pekan lalu.

Untuk lolos, MU mesti mengalahkan PSG dengan selisih tiga gol. Sudah pasti bukan perkara gampang lantaran Les Parisiens memiliki rekor kandang amat baik, di mana hanya sekali kalah dalam 20 laga terakhir di seluruh kompetisi.

Sedangkan di Liga Champions, PSG cuma sekali kalah di depan publik sendiri dalam 3,5 tahun. Kekalahan terakhir itu terjadi ketika Kylian Mbappe cs dibekuk juara turnamen Real Madrid 1-2 pada babak 16 besar 2017/18.

Selama periode itu PSG sudah melakoni 16 laga kandang dengan mengalahkan sejumlah tim-tim top termasuk Chelsea 2-1 (Februari 2016), Barcelona 4-0 (Februari 2017), Bayern Munich 3-0 (September 2017), dan Liverpool 2-1 (November 2018).

Di seberang kubu, MU sebaliknya justru lebih perkasa di kandang lawan. Sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer, the Red Devils memenangi delapan keseluruhan laga tandangnya di kompetisi domestik.

Pada prosesnya, MU berhasil mempermalukan Tottenham Hotspur 2-0 di Wembley (Januari 2019), Arsenal 3-1 di Emirates (Januari 2019), lalu Chelsea 2-0 di Stamford Bridge (Ferbuari 2019).

MU baru sekali kalah dalam 16 pertandingan di era Solskjaer. Satu-satunya kekalahan itu diderita melawan PSG. (dc/int)

PSG: (4-3-3)
Buffon, Kehrer, Kimpembe, Silva, Bernat, Alves, Di Maria, Marquinhos, Verratti, Draxler, Mbappe.

MU: (4-4-2)
De Gea, Young, Smalling, Lindelof, Shaw, Dalot, McTominay, Pereira, Fred, Lukaku, Rashford.



Pascasarjana

Unefa
Back to top button