Bola

PSG Kunci Gelar Juara: Beri Tribut untuk Katedral Notre-Dame

FaseBerita.ID – Paris Saint-Germain mengunci gelar juara Liga Prancis pekan ini. Les Parisiens merayakannya sembari memberikan tribut untuk katedral Notre-Dame yang kebakaran.

PSG mengunci gelar bahkan sebelum menang 3-1 atas AS Monaco di Parc des Princes, Senin (22/4) dinihari. Itu setelah pesaing terdekatnya yakni Lille, berimbang 0-0 dengan Toulouse beberapa jam sebelumnya.

Dengan hasil-hasil itu, PSG kukuh di puncak klasemen Liga Prancis dengan 84 poin dari 33 pertandingan. Tim arahan Thomas Tuchel itu unggul 19 poin dari Lille, dengan lima pekan tersisa saja.

Suasana perayaan di Parc des Princes sendiri masih diwarnai kesedihan atas insiden kebakaran katedral Notre-Dame pada 15 April lalu. Kebetulan PSG sudah merencanakan tribut untuk katedral bersejarah di Paris itu pada laga ini.

Para pemain PSG, termasuk Neymar yang baru pulih dari cedera, mengenakan seragam dengan gambar katedral tersebut di bagian depan. Sementara seluruh nama pemain digantikan tulisan Notre-Dame.

Di tribune, suporter ikut memberikan tribut dengan spanduk besar bergambar katedral yang kelar dibangun pada 1.345 tersebut.

Katedral Notre-Dame mengalami kebakaran pada malam hari 15 April lalu, saat sedang direnovasi dan direstorasi. Atap katedral mengalami kerusakan parah dalam kebakaran yang berlangsung kurang lebih 15 jam.

Kapan Juara Liga Champions?

Sama seperti Juventus, Paris St-Germain begitu dominan di Liga Prancis. Tapi pertanyaannya, kapan Les Parisiens bisa berjaya di kompetisi Eropa?

PSG baru saja memastikan diri jadi juara Ligue 1 musim ini bahkan dengan tidak bertanding. Ini setelah hasil imbang Lille 0-0 kontra Toulouse, beberapa jam sebelum PSG menjamu AS Monaco di Parc des Princes, Senin (22/4) dinihari.

PSG lantas memantapkan gelar juara dengan kemenangan 3-1 atas Monaco lewat hat-trick Kylian Mbappe. Dengan total 84 poin yang dimiliki PSG, selisih 10 poin tak lagi mungkin terkejar oleh Lille di sisa lima laga.

Bagi PSG gelar ini terasa melegakan setelah kegagalan mereka di babak 16 besar Liga Champions saat disingkirkan Manchester United. Belum lagi, PSG sempat dalam tren buruk karena selalu gagal menang dalam tiga laga terakhir yang menunda pesta juara mereka.

“Kami dalam bahaya sepanjang babak pertama, kami tidak tampil dalam bentuk terbaik kami. Tapi kami tetap tampil bagus,” ujar pelatih PSG Thomas Tuchel kepada Canal+.

“Kami bermain dengan ritme yang oke sepanjang sejam. Setelah gol ketiga, kami sedikit kehilangan penguasaan bola. Tapi yang penting kami menang. Memang selalu sulit,” sambungnya,

Ini adalah gelar keenam PSG dalam tujuh musim terakhir. Satu-satunya kegagalan mereka adalah saat Monaco jadi juara dua musim lalu. Hanya Juventus yang punya rekor lebih baik ketimbang PSG dengan delapan gelar liga beruntun.

Tapi sama halnya dengan Juve, PSG cuma bisa mendominasi kompetisi lokal tanpa berprestasi di level Eropa. Pencapaian terbaik PSG sejak diambil alih Qatar Investment Authority adalah perempatinal sedari 2013 hingga 2016. Bahkan dalam tiga musim terakhir mereka mentok di 16 besar.

Dengan belanja besar yang sudah dilakukan termasuk mendatangkan Neymar dan Mbappe, fans tentu berharap lebih dari PSG di musim-musim berikutnya.

“Jika kami memenangi Piala Prancis, musim ini terbilang sukses, gelar juara menunjukkan hasil kerja keras kami.”

“Tujuan utamanya adalah Liga Champions, tapi bahkan Juventus saja menunggu hingga delapan tahun. Tapi target minimal kami setiap tahunnya adalah meraih dobel, dan itu sudah tercapai.” (dc/fid)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button