Bola

Liverpool vs Porto: Ambisi Si Merah

FaseBerita.ID – Manajer Liverpool Jurgen Klopp menolak anggapan timnya bakal minim motivasi di perempat-final Liga Champions melawan Porto, setelah membekuk Bayern Munich untuk menembus delapan besar.

Setelah bermain imbang 0-0 pada leg pertama di Anfield, brace Sadio Mane dan Virgil van Dijk di Jerman mengunci kemenangan agregat 3-1 atas the Bavarians, yang hanya mendapat konsolasi via bunuh diri Joel Matip.

Porto bakal menjadi lawan Si Merah di babak perempat-final, dan di atas kertas pasukan Klopp lebih diunggulkan.

Mereka finis sebagai juara grup di atas Schalke, sebelum menekuk Roma di babak 16 besar, lewat penalti Alex Telles di menit ke-117.

Saat ditanya soal pertandingan berikutnya, Klopp memastikan ia dan pemainnya tidak akan menganggap remeh duel ini.

“Kami sangat ambisius. Kami akan mencoba segalanya. Ini Anfield, ini perempat-final, ini besar untuk kami,” jelas pria asal Jerman itu menyusul kemenangan 3-1 atas Southampton beberapa hari lalu.

“Ini tahun kedua kami di Liga Champions, bukan tahun ke-12 atau seterusnya.

“Kami bukan Real Madrid yang juara di tiga musim terakhir. Kami suka kompetisi ini dan kami akan berusaha melakukan segalanya untuk memenangkan laga ini.”

Pertahanan Kuat

Ambisi Liverpool mengejar gelar Liga Primer Inggris mungkin tampak terancam, tetapi kesuksesan domestik bukan hanya isu besar yang ada pada agenda di Anfield.

The Reds akan menghadapi raksasa Portugal, Porto, pada perempat-final Liga Champions, dan sementara mereka berharap bisa melihat trio maut mereka mengantar tim ke empat besar, mereka dalam situasi aman mengingat lini belakang mereka lebih dari mampu untuk meredam tekanan melawan tim-tim seperti Barcelona ataupun Manchester United.

Pembelian termahal Virgil van Dijk jelas membuat sosoknya begitu terasa di turnamen paling bergengsi di Eropa. Dia nomor dua dalam keterlibatan udara di UCL, mungkin yang paling krusial ia lakukan saat menghadapi Bayern Munich pada babak sebelumnya, ketika dia melakukan tandukan kuat yang membantu The Reds menyegel tiket delapan besar.

Bersama pemain Belanda itu, bek sayap Andy Robertson dan Trent Alexander-Arnold semakin dipertimbangkan perannya.

Duo bertalenta tinggi itu memimpin The Reds untuk keterlibatan rangkaian, dan melakukan kontribusi krusial dalam menyerang dan bertahan.

Serangan Balik Mematikan

Di sisi lain, setelah dengan dramatis menyingkirkan AS Roma pada babak 16 besar, Porto bermimpi menambah kesuksesan di Liga Champions usai juara pada 2004 silam.

Bagaimanapun juga, untuk melakukannya, mereka harus menemukan cara untuk melewati hadangan juara UCL lima kali dan finalis tahun lalu, Liverpool. Sebuah tugas sangat berat, tetapi sama beratnya dengan meredam serangan balik berbahaya Porto.

Skuat asuhan Sergio Conceicao berada dalam urutan pertama untuk rerata konversi peluang emas, dan mereka juga nomor dua dalam kecepatan langsung pada Liga Champions musim ini.

Serangan balik mereka terbukti terlalu kuat untuk diantisipasi lawan mereka di UCL sejauh ini – mereka mencetak 19 gol dalam turnamen paling bergengsi di Eropa musim ini. (gc/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button