Bola

Liverpool vs Huddersfield: Semangat Raih Trofi

FaseBerita.ID – Legenda Liverpool, Ian Rush mendorong fans Liverpool untuk lebih bersemangat dan memercayai bahwa pada akhirnya The Reds bisa menjadi juara musim ini.

Dia percaya musim ini adalah salah satu musim terbaik Liverpool untuk mewujudkan mimpi puluhan tahun tersebut. Nah, untuk mewujudkan mimpi itu pula, The Reds juga harus menang saat menjamu Huddersfield, Sabtu (27/4) pukul 02.00 WIB dinihari.

The Reds kini bersaing ketat dengan Manchester City di papan atas klasemen sementara Premier League 2018/19. Liverpool unggul 88 poin dari 35 laga, sedangkan Man City mengejar dengan 86 poin dari 34 pertandingan.

Sayangnya, itu berarti nasib Liverpool sebenarnya berada di genggaman Man City. Apabila kedua tim memenangkan semua sisa laga mereka, Liverpool harus rela Man City jadi juara dengan keunggulan satu poin saja.

Sampai Akhir!
Menurut Rush, saat ini yang paling penting adalah meyakini bahwa mereka bisa jadi juara. Pertandingan hanya tersisa sedikit lagi, para pemain harus lebih yakin pada kemampuan mereka sendiri.

“Balapan menuju gelar juara bakal ditentukan sampai saat-saat terakhir, itu tidak perlu diragukan lagi,” tutur Rush kepada Sky Sports.

“Hanya sedikit pertandingan tersisa dan selama mereka terus menang, mereka selangkah lebih dekat (meraih gelar juara), tetapi saya kira sekarang mereka mulai percaya bahwa hal itu bisa dilakukan.”

Lebih lanjut, Rush menyadari ada begitu banyak fans Liverpool yang sangat bersemangat menanti apa yang akan terjadi di akhir musim nanti. Tentu mereka menyadari bahwa Liverpool bisa saja gagal juara, tetapi tetap saja itu tidak mengurangi semangat mereka.

“Banyak orang yang mengatakan bahwa fans Liverpool terus bersemangat, mengapa tidak? Mengapa mereka tidak boleh bersemangat? Jika mereka tidak bersemangat sekarang, mereka tidak akan pernah lagi merasakannya!”
“Hal yang terpenting saat ini adalah para pemain – dengan bantuan staf pelatih dan manajer – untuk tetap rendah hati,” tandasnya.

Sudah Layak
Sebanyak 88 poin dari 35 pertandingan seharusnya sudah cukup membuat The Reds untuk jadi juara. Liverpool memiliki semuanya. Mereka juga hanya satu kali menelan kekalahan musim ini – tentu dari Man City – dengan 7 hasil imbang.

Sayangnya, Man City juga tidak terhentikan. Sebagai juara bertahan, Man City punya pengalaman dan kekuatan skuat yang dibutuhkan untuk bersaing dengan Liverpool.

Bos Man City, Pep Guardiola berkali-kali memuji kualitas Liverpool. Dia mengakui Liverpool sangat kuat, dan musim ini merupakan salah satu persaingan merebut gelar juara terbaik yang pernah dialami Guardiola. Liverpool sudah pantas jadi juara, tetapi mungkin tidak tahun ini.

Next Year?
Sepak bola bergerak begitu cepat, Liverpool yang unggul di bulan Januari harus merosot di April ini. Mimpi buruk Liverpool dimulai dari kekalahan dari Man City pada 19 Januari lalu.

Sebelum laga itu, Liverpool unggul 7 poin dari Man City dan berpeluang memperlebar jarak jadi 10 poin jika menang. Laga itu merupakan kesempatan bagus, tetapi Liverpool justru kalah dan selisih dari Man City berkurang jadi 4 poin saja.

Setelahnya, mentalitas pemain Liverpool sepertinya mulai terkuras. Mereka sukses meraih dua kemenangan (Premier League) setelah kekalahan dari Man City, tetapi di laga ketiga dan keempat mereka hanya bisa bermain imbang kontra Leicester dan West Ham.

Itulah momen kunci yang membuktikan betapa ketatnya persaingan merebut gelar juara musim ini. Liverpool hanya terpeleset di tiga pertandingan penting: kalah dari Man City, serta imbang dengan Leicester dan West Ham atau hasil-hasil buruk itu berarti membuat mereka harus siap kembali berjanji “Next Year?”. (bn/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button