Bola

Brasil vs Venezuela: Selecao Tetap Kuat

TUAN rumah Brasil sukses meraih poin penuh di laga perdana Copa America 2019 melawan Bolivia. Kemenangan Brasil berkat dua gol Coutinho dan satu tambahan gol dari Sousa. Hasil ini membuat Brazil untuk sementara memimpin klasemen Grup A.

Pada laga berikutnya, Brasil akan kembali tampil Rabu (19/6/2019) pagi saat melawan Venezuela di Arena Fonte Nova.

Sejauh ini Brasil sudah menunjukkan diri tampil impresif tanpa diperkuat Neymar. Hal itu menjadi konfirmasi bahwa Selecao tetap tim kuat tanpa bintangnya itu. Neymar gagal berlaga di Copa America 2019 karena mengalami cedera pergelangan kaki. Dia mengalaminya saat Brasil mengalahkan Qatar 2-0 di laga ujicoba.

Dalam dua pertandingan setelah Neymar cedera, Brasil selalu menang. Hebatnya lagi, Tim Samba juga membukukan clean sheet. Brasil menghajar Honduras dengan skor akhir 7-0. Lalu berhasil mencatatkan kemenangan 3-0 atas Bolivia pada pertandingan pertama Copa America 2019.

Salah seorang pemain Timnas Brasil, Dani Alves, bilang bahwa absennya Neymar tak menurunkan kualitas tim. Semua pemain di dalam skuat harus membuktikan diri pantas mewakili Brasil di setiap ajang.

“Saya yakin bahwa setiap kami dipanggil ke tim nasional, kami mengenakan seragam ini, kami harus membuktikan diri, terlepas ada Neymar atau tidak. Kami mewakili tim dengan sejarah panjang, yang sangat dihormati di seluruh dunia,” kata Dani Alves di Omnisport.

“Tapi kalau anda mempunyai tambahan, seperti Ney, anda menjadi sedikit lebih kuat. Tapi, anda tak menjadi lebih lemah tanpanya, anda cuma menambah kualitas, tapi anda kurang kualitas tanpanya.”

“Tanggung jawab kami tetap sama kami mewakili sejarah dan kami harus mempertahankan ini dengan kebanggaan besar,” dia menambahkan.

Sebelumnya Brasil memulai Copa America 2019 dengan positif. Selecao menang 3-0 atas Bolivia pada laga pertama berkat dua gol Philippe Coutinho dan satu gol Everton.

Bertanding di Estadio do Morumbi, Sao Paulo, Sabtu (15/6/2019) pagi, Brasil memulai dengan positif lewat aksi Richarlison. Tusukannya dari kanan dilanjutkan dengan umpan silang bagus, meski belum bisa dimaksimalkan.

Berkat aksinya pula Brasil mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti. Eksekusi Philippe Coutinho membentur pagar pemain dan upaya lanjutan darinya berujung korner. Sepak pojok lantas berbuah peluang untuk Roberto Firmino, yang bisa digagalkan kiper.

Peluang untuk Brasil di menit ke-11, kala Thiago Silva berdiri bebas menyambut sepak pojok. Tapi upayanya masih melebar.

Brasil terus menekan, tapi masih kehilangan sentuhan terakhir untuk menuntaskan serangan. Silva mendapatkan peluang lain dari jarak dekat di situasi korner dan gagal dimaksimalkan. Sampai babak pertama tuntas, tak ada gol tercipta.

Baru semenit babak kedua berjalan, Brasil mendapatkan penalti. Sepakan Richarlison mengenai lengan Jusino dan wasit mengonfirmasinya lewat Video Assistant Referee (VAR).

Coutinho maju sebagai eksekutor dan sukses menceploskan bola, menaklukkan Carlos Lampe.

Skor kembali berubah di menit ke-53. Richarlison mengoper ke Firmino di sayap, yang meneruskannya dengan umpan silang untuk Coutinho. Pemain Barcelona itu menanduk bola untuk membawa Brasil unggul 2-0.

Brasil punya kesempatan bagus dari serangan balik di menit ke-61, menciptakan situasi 3 lawan 2. Tapi Richarlison memilih menuntaskan peluang sendiri dengan sepakannya membentur pemain Bolivia.

Brasil menegaskan kemenangan lewat gol spektakuler Everton di menit ke-85. Dia menusuk ke tengah dari kiri, lalu melepaskan sepakan keras ke tiang jauh.

Peluang pertama Bolivia baru tercipta di menit ke-88, saat Leonardo Vaca mendapatkan ruang di kotak penalti. Tapi tendangannya mengarah tepat ke Alisson Becker. (dc/int)